Menteri kabinet senior Inggris desak PM Starmer tetapkan jadwal pengunduran dirinya

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (kiri) dan istrinya tiba di tempat pemungutan suara untuk pemilu lokal di London, Inggris, pada 7 Mei 2026. (Xinhua/Ray Tang)

Starmer menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mundur menyusul kinerja buruk partainya dalam pemilu lokal. Partai Buruh kehilangan hampir 1.500 kursi dewan di Inggris dan kehilangan kendali atas sekitar 40 dewan lokal, termasuk beberapa basis kekuatan tradisional mereka.

 

London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri-menteri kabinet senior Inggris mendesak Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer untuk menetapkan jadwal pengunduran dirinya, termasuk Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood, demikian dilaporkan BBC pada Senin (11/5) malam.

Namun, terdapat perbedaan pendapat di dalam lingkup kabinet mengenai isu ini, dan Mahmood berada di pihak minoritas, menurut laporan tersebut.

Lebih dari 70 anggota parlemen Partai Buruh juga telah menyerukan agar Starmer mundur atau menetapkan jadwal untuk pengunduran dirinya, sementara sedikitnya empat Sekretaris Pribadi Parlemen telah mengundurkan diri.

Menurut Sky News, Starmer sedang "mempertimbangkan berbagai opsi" menjelang rapat kabinet pada Selasa (12/5) pagi waktu setempat.

Starmer menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mundur menyusul kinerja buruk partainya dalam pemilu lokal. Partai Buruh kehilangan hampir 1.500 kursi dewan di Inggris dan kehilangan kendali atas sekitar 40 dewan lokal, termasuk beberapa basis kekuatan tradisional mereka.

Berbicara pada Senin pagi, Starmer mengatakan meskipun hasil tersebut "sangat berat," dia tidak akan "mengundurkan diri."

Ketika ditanya apakah dirinya akan "melawan" para penantang potensial di dalam partainya terkait kepemimpinannya, dia menjawab "ya," sembari menegaskan kembali, "saya tidak akan menyerah."

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait