
Laporan kecelakaan Air India tunjukkan kedua mesin mati sesaat setelah lepas landas

Orang-orang berdiri di samping puing-puing pesawat Air India yang jatuh di Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India, pada 13 Juni 2025. (Xinhua)
Mesin pesawat Air India yang mengalami kecelakaan pada 12 Juni lalu mati di udara dalam hitungan detik setelah lepas landas.
New Delhi, India (Xinhua/Indonesia Window) – Laporan penyelidikan awal yang dirilis pada Sabtu (12/7) oleh Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara India (Aircraft Accident Investigation Bureau/AAIB) menunjukkan bahwa kedua mesin pesawat Air India yang baru saja mengalami kecelakaan itu mati di udara dalam hitungan detik setelah lepas landas.Menurut media India, laporan itu menyebutkan bahwa sebelum pesawat penerbangan AI-171 jatuh, tombol yang mengontrol aliran bahan bakar kedua mesin beralih dari posisi "RUN" ke "CUT OFF" dalam hitungan detik, sehingga menyebabkan mesin pesawat berhenti beroperasi. Rekaman suara di kokpit menunjukkan bahwa salah satu pilot bertanya, "Mengapa kamu matikan?" dan pilot lainnya menjawab, "Saya tidak melakukannya."Laporan kecelakaan juga menunjukkan bahwa kedua tombol dikembalikan ke posisi "RUN", tetapi saat Mesin 1 menunjukkan tanda-tanda pemulihan, Mesin 2 tidak dapat pulih."Rekaman CCTV yang diperoleh dari bandara menunjukkan Ram Air Turbine (RAT) diaktifkan saat pendakian awal tak lama setelah lepas landas. Tidak ada aktivitas burung yang signifikan yang terlihat di sekitar jalur penerbangan. Pesawat mulai kehilangan ketinggian sebelum melewati dinding perimeter bandara," kata laporan itu.Laporan itu menyebutkan bahwa RAT diaktifkan, mengindikasikan hilangnya daya dan dorongan total pada pesawat. Laporan juga menunjukkan bahwa pengaturan sayap dan posisi roda pendaratan normal pada saat kecelakaan.Laporan tersebut mengungkapkan fakta-fakta ini akan menjadi fokus utama untuk penyelidikan kecelakaan pesawat sipil tersebut lebih lanjut.Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner milik Air India yang sedang menuju London jatuh pada 12 Juni tak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, sekitar 17 km di sebelah selatan Gandhinagar, ibu kota Gujarat, India barat. Hanya satu dari 242 orang di dalam pesawat itu yang berhasil selamat, sementara 19 orang di darat juga dilaporkan tewas akibat kecelakaan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Saudi luncurkan “Manaratul Haramain” untuk belajar ilmu Islam
Indonesia
•
02 May 2020

Feature: KJRI San Francisco gaungkan promosi wisata komodo, orang utan
Indonesia
•
21 Nov 2022

Kisah – Kedai kopi di Hainan yang jembatani budaya Indonesia dan China
Indonesia
•
01 Dec 2022

PBB: 22,6 juta warga Ethiopia alami kerawanan pangan akibat kekeringan, konflik
Indonesia
•
05 Feb 2023


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
