
Mesir dan Irak serukan deeskalasi regional untuk cegah Timur Tengah jatuh ke dalam kekacauan

Warga Irak mengikuti demonstrasi menentang serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran di Baghdad, Irak, pada 28 Februari 2026. (Xinhua/Khalil Dawood)
Deeskalasi ketegangan regional segera diterapkan guna mencegah Timur Tengah terjerumus ke dalam kekacauan total.
Kairo/Baghdad, Mesir/Irak (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty pada Senin (2/3) menyerukan agar deeskalasi ketegangan regional segera diterapkan guna mencegah Timur Tengah terjerumus ke dalam "kekacauan total".
Abdelatty melontarkan pernyataan tersebut dalam panggilan telepon terpisah dengan para mitra setaranya di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain, Yordania, dan Irak, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Mesir.
Diskusi tersebut berfokus pada perkembangan cepat dan berbahaya di kawasan, serta serangan-serangan Iran yang terus berlanjut terhadap sejumlah negara, tutur pernyataan itu.
Abdelatty menegaskan kembali solidaritas penuh Mesir terhadap negara-negara Arab dan mengecam "serangan yang tidak dapat diterima dan tidak beralasan" yang menargetkan mereka. Dia juga menyatakan dukungan penuh Mesir terhadap kedaulatan, keamanan, stabilitas, dan integritas teritorial negara-negara Arab, seraya menekankan perlunya Iran untuk segera berhenti menyasar negara-negara Arab.
Dia mendesak semua pihak untuk "menahan diri semaksimal mungkin, memprioritaskan dialog, dan mengutamakan akal sehat serta solusi politik maupun diplomatik".
Secara terpisah, Menlu Irak Fuad Hussein pada Senin berdiskusi via telepon dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menlu UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan. Hussein menyerukan agar gencatan senjata dan deeskalasi segera diterapkan demi melindungi warga sipil serta menjaga keamanan dan stabilitas kawasan.
Upaya diplomatik ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional. Pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat, serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Teheran dan kota-kota lainnya di Iran menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, beserta beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior, dan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel tolak mundur dari perbatasan Gaza-Mesir, langgar ketentuan perjanjian gencatan senjata
Indonesia
•
28 Feb 2025

COVID-19 – Omicron terdeteksi di Beijing saat China perangi kluster
Indonesia
•
16 Jan 2022

Pesawat Rusia dengan enam orang di dalamnya jatuh di Afghanistan
Indonesia
•
22 Jan 2024

1 juta orang di Kamboja masih terancam oleh ranjau darat
Indonesia
•
24 Feb 2024


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
