
Messi ungkapkan kepedihan yang "luar biasa" usai Argentina kalah di final Piala Dunia

Pemain Argentina Lionel Messi (kanan) menatap trofi Piala Dunia usai pertandingan final antara Spanyol melawan Argentina di ajang Piala Dunia FIFA 2026 di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2026. (Xinhua/Huang Zongzhi)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Lionel Messi mengungkapkan kepedihan yang "luar biasa" usai tim nasional (timnas) Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, seraya mengatakan bahwa hanya waktu yang dapat membantu timnya bangkit dari kekalahan tersebut.
Gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di New Jersey pada Ahad (19/7) mengakhiri harapan Argentina untuk meraih gelar juara beruntun, sekaligus menggagalkan kesempatan Messi untuk menutup karier gemilangnya dengan trofi Piala Dunia kedua.
Pemain berusia 39 tahun itu diperkirakan tidak akan tampil dalam Piala Dunia berikutnya pada 2030, meski dirinya belum mengumumkan rencana pensiun.
"Rasanya luar biasa pedih, dan luka ini membutuhkan waktu untuk pulih. Namun, saya juga tetap mengingat semua hal baik yang telah terjadi," tulis Messi di media sosial.
"Laga-laga yang berhasil kami atasi dengan mencurahkan segalanya di lapangan, momen-momen yang akan selalu abadi dalam ingatan kami, serta dukungan dari seluruh negeri, yang berpadu dengan kerja keras dan perjuangan tim ini, telah membawa kami kembali ke jajaran elite dunia," tulis Messi.
Argentina melaju mulus melewati fase grup sebelum bergantung pada gol-gol di menit-menit akhir dalam empat pertandingan berikutnya di fase gugur untuk melangkah ke final.
Messi mengakhiri turnamen tersebut dengan torehan delapan gol dan empat assist, serta dinilai oleh sebagian pihak kurang beruntung karena gagal meraih penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen.
Mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain itu memberikan pujian kepada rekan-rekan setimnya serta mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan timnas Argentina sepanjang turnamen.
"Sulit untuk sepenuhnya mengapresiasi pencapaian kami saat ini, tetapi tim ini telah mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut," ujarnya.
"Terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam atas setiap ucapan dan pesan yang disampaikan. Sekali lagi, kami berhasil bersatu sebagai sebuah negara dan berdiri bersama, berbagi kebanggaan luar biasa sebagai warga Argentina."
"Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Spanyol atas keberhasilannya meraih gelar juara."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China hentikan impor makanan dari Taiwan karena terkontaminasi COVID
Indonesia
•
24 Jun 2022

Kanada terima jumlah imigran terbesar sepanjang sejarah pada 2022
Indonesia
•
04 Jan 2023

Feature – Kebun teh terasering inspirasi ekologis di China timur
Indonesia
•
23 Apr 2024

Kematian akibat senjata api di AS tercatat lebih dari 1 juta dalam 30 tahun
Indonesia
•
02 Dec 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
