
Studi ungkap ‘centenarian’ miliki mikrobioma layaknya pada orang dewasa muda

Para warga lanjut usia (lansia) menikmati makanan di kantin untuk lansia di sebuah komunitas di Distrik Jin'an, Fuzhou, ibu kota Provinsi Fujian, China tenggara, pada 21 Juni 2022. (Xinhua/Jiang Kehong)
Mikrobioma usus pada centenarian dan orang dewasa muda sama-sama didominasi oleh Bacteroides spp. Sementara itu, mikrobioma usus pada kedua kelompok tersebut lebih beragam dan stabil.
Nanning, China (Xinhua) – Tim peneliti China menemukan bahwa mikrobioma usus orang berusia 100 tahun ke atas (centenarian) menyerupai mikrobioma usus orang dewasa muda, yang mungkin menjadi rahasia umur panjang mereka.Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi di China selatan dikenal dengan budaya umur panjang setempatnya. Bama, sebuah daerah pegunungan dan terpencil di Guangxi, diakui oleh International Natural Medicine Society sebagai "kota asal umur panjang" atau daerah yang memiliki banyak centenarian.Dalam studi tersebut, para peneliti dari Universitas Lanzhou dan Akademi Ilmu Pengetahuan Guangxi mempelajari mikrobioma usus dari 1.575 orang berusia 20 hingga 117 tahun, termasuk 297 orang berusia 100 tahun ke atas. Semua partisipan merupakan penduduk lokal Guangxi.Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Aging tersebut, para partisipan dibagi menjadi lima kelompok usia, yaitu dewasa muda, paruh baya, dewasa tua, nonagenarian (usia 90 hingga 99 tahun), dan centenarian.Para peneliti menemukan bahwa ciri khas mikrobioma usus pada centenarian memiliki struktur yang menyerupai struktur mikrobioma pada orang dewasa muda.Dibandingkan kelompok lain, mikrobioma usus pada centenarian dan orang dewasa muda sama-sama didominasi oleh Bacteroides spp. Sementara itu, mikrobioma usus pada kedua kelompok tersebut lebih beragam dan stabil.Sampel tinja dikumpulkan dari 45 centenarian selama satu setengah tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia para centenarian, mereka mempertahankan ciri khas mikrobioma usus itu.Para peneliti mengatakan bahwa studi mereka menyoroti hubungan antara pola mikrobiota usus dan umur panjang ekstrem, tetapi bagaimana pola mikrobiota usus berkontribusi pada penuaan yang sehat atau umur panjang masih belum diketahui.Mereka menambahkan bahwa pertanyaan lainnya adalah bagaimana mikrobioma usus membantu para centenarian mengurangi kerentanan terhadap penyakit kronis yang berhubungan dengan penuaan.Tim peneliti tersebut saat ini sedang mengisolasi ribuan galur bakteri dari para centenarian dan menguji manfaatnya pada hewan, dengan harapan dapat menemukan mikroorganisme yang dapat memperpanjang usia manusia atau meningkatkan kesehatan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Australia larang tambang batu bara untuk lindungi Great Barrier Reef
Indonesia
•
05 Aug 2022

Peneliti China temukan pengobatan baru untuk kanker tiroid
Indonesia
•
16 Dec 2021

Jubir Kemenlu China jelaskan buku putih soal kontrol fentanil
Indonesia
•
06 Mar 2025

Studi baru ungkap hubungan keterbatasan air pada fotosintesis hutan
Indonesia
•
08 Mar 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
