
Israel lancarkan serangan masif di Gaza

Warga Palestina memeriksa kerusakan beberapa rumah di permukiman Al-Nasr, Gaza City, pascaserangan udara Israel pada 12 September 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Militer Israel mengintensifkan serangannya ke Gaza City, yang merupakan bagian dari rencana mereka untuk mengambil alih wilayah tersebut.
Gaza/Yerusalem, Palestina/Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza City pada Selasa (16/9) pagi waktu setempat, menurut laporan sejumlah media.Axios, outlet media Amerika Serikat (AS), melaporkan bahwa militer Israel pada Senin (15/9) memulai serangan darat untuk menduduki Gaza City, mengutip beberapa pejabat Israel. Surat kabar Israel The Jerusalem Post mengonfirmasi bahwa invasi Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) ke Gaza City dimulai pada Senin malam.Menurut The Times of Israel, IDF secara bertahap memperluas serangan udara di dalam dan sekitar kota itu dalam beberapa hari terakhir, tetapi belum mengerahkan pasukan darat ke kota di sebelah utara yang padat penduduk itu.Sumber-sumber dan saksi mata lokal di Gaza membantah adanya penyerbuan tank Israel ke Gaza City. Seorang warga di Gaza City mengatakan bahwa belum ada tanda-tanda penetrasi atau pergerakan tank Israel ke dalam kota tersebut. Namun, mereka mengonfirmasi adanya serangan udara intensif dan pengeboman drone di sebagian besar wilayah Gaza City.Menyusul serangan udara dan pengeboman di Gaza City, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz pada Selasa pagi menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa "Gaza sedang terbakar."Katz mengatakan bahwa IDF sedang menyerang "infrastruktur teror" dengan tangan besi dan berjuang untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan bagi pembebasan para sandera dan kekalahan Hamas."Kami tidak akan berhenti dan tidak akan mundur sampai misi ini selesai," ujar Katz.Kantor berita resmi Palestina WAFA pada Selasa pagi melaporkan bahwa militer Israel mengintensifkan serangannya ke Gaza City sejak Senin malam. Mengutip beberapa sumber lokal, WAFA menyebutkan bahwa sejumlah pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara secara terus-menerus terhadap kota tersebut, hampir tanpa henti.Dalam beberapa pekan terakhir, sekitar 300.000 warga Palestina telah mengungsi dari Gaza City, yang dihuni oleh hampir 1 juta penduduk, menurut laporan Army Radio Israel.Pada Senin, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan "dukungan tak tergoyahkan" Washington terhadap Israel dalam serangannya di Gaza dan menyerukan pemberantasan Hamas saat dirinya berkunjung ke Israel."Rakyat Gaza layak mendapatkan masa depan yang lebih baik, tetapi masa depan itu tidak dapat dimulai sampai Hamas disingkirkan," ujar Rubio kepada awak media dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem.Pada awal Agustus, Kabinet Keamanan Israel menyetujui sebuah rencana untuk mengambil alih Gaza City. Sebelumnya pada bulan ini, juru bicara militer Israel Effie Defrin mengatakan bahwa pasukan Israel mengendalikan sekitar 40 persen wilayah Gaza City dan akan "memperluas dan mengintensifkan" serangan dalam beberapa hari ke depan untuk merebut pusat perkotaan terbesar di wilayah kantong tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sidang kasus penipuan Trump ditutup di New York usai muncul ancaman bom di rumah hakim
Indonesia
•
13 Jan 2024

Pemerintah Saudi bagikan 11.520 payung kepada jamaah umroh
Indonesia
•
01 May 2021

Kemenlu China: Asia-Pasifik bukan medan tempur untuk persaingan geopolitik
Indonesia
•
12 Jan 2023

Demonstran pro-Palestina panjat menara Big Ben di London, picu penutupan jalan
Indonesia
•
09 Mar 2025


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
