
AS akan pantau akun media sosial milik pemohon visa pelajar

Foto yang diabadikan pada 24 Mei 2025 ini menunjukkan pemandangan kampus Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat. (Xinhua/Ziyu Julian Zhu)
Misi diplomatik AS akan meninjau media sosial dan keberadaan daring para pemohon visa pelajar itu untuk mengamati "segala indikasi permusuhan terhadap warga negara, budaya, pemerintah, institusi, atau prinsip-prinsip pendirian AS."
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/6) memberikan arahan kepada para misi diplomatiknya untuk memantau media sosial dan keberadaan daring semua warga negara asing (WNA) yang mengajukan visa pelajar.Misi diplomatik AS akan meninjau media sosial dan keberadaan daring para pemohon visa pelajar itu untuk mengamati "segala indikasi permusuhan terhadap warga negara, budaya, pemerintah, institusi, atau prinsip-prinsip pendirian AS," menurut sebuah surat kawat departemen yang dikutip oleh media AS."Berdasarkan pedoman baru, kantor-kantor konsuler akan melakukan pemeriksaan yang komprehensif dan menyeluruh terhadap semua pemohon visa pelajar dan peserta pertukaran," ujar departemen tersebut.Pemeriksaan ini akan berlaku bagi para pemohon visa pelajar yang baru maupun yang mengajukan permohonan kembali, dan pemohon yang menolak mengubah pengaturan privasi akun media sosial mereka menjadi "publik" dapat ditolak.Pada Rabu, departemen itu juga memberikan otorisasi kepada kantor-kantor perwakilannya di luar negeri untuk melanjutkan proses bagi WNA yang mengajukan visa pelajar, yang telah ditangguhkan sejak 27 Mei.Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 25 Mei lalu mengatakan bahwa dia menginginkan “nama dan negara asal” dari setiap mahasiswa asing yang terdaftar di Universitas Harvard.Data Harvard menunjukkan bahwa hingga semester musim gugur 2023, mahasiswa asing mencakup lebih dari 27 persen dari total mahasiswa yang terdaftar. Universitas tersebut saat ini memiliki hampir 6.800 mahasiswa dan cendekiawan internasional dari 140 lebih negara dan kawasan, yang sebagian besar dari mereka sedang menempuh studi tingkat pascasarjana.Mahasiswa asing merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi institusi-institusi pendidikan tinggi di AS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kekuatan perempuan Taiwan menanjak di kancah internasional
Indonesia
•
10 Mar 2025

Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,3 di Taiwan bertambah jadi 10 orang
Indonesia
•
05 Apr 2024

COVID-19 – Arab Saudi ikut dalam uji global vaksin Rusia
Indonesia
•
21 Aug 2020

Mantan polisi Minneapolis mengaku bersalah atas kematian George Floyd
Indonesia
•
25 Oct 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
