
Diplomat China: China dan Rusia dorong multipolaritas dunia dan demokrasi yang lebih besar

Direktur Kantor Komisi Urusan Luar Negeri Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) Wang Yi (kanan) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Jakarta pada 13 Juli 2023. (Xinhua/Xu Qin)
China dan Rusia merupakan mitra dialog ASEAN, dan penguatan kerja sama dengan negara-negara ASEAN kondusif untuk menyatukan konsensus regional terkait pembangunan, mempromosikan multilateralisme, serta meningkatkan kemakmuran dan stabilitas regional.
Jakarta (Xinhua) – Diplomat senior China Wang Yi pada Kamis (13/7) mengatakan bahwa China dan Rusia akan bersama-sama mendorong multipolaritas dunia dan demokrasi yang lebih besar dalam hubungan internasional.Saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di sela-sela rangkaian pertemuan para menteri luar negeri negara-negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Wang selaku direktur Kantor Komisi Urusan Luar Negeri Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) mengatakan bahwa dalam menghadapi perubahan besar yang belum pernah terjadi selama satu abad, China dan Rusia dengan tegas saling mendukung dalam menjaga kepentingan sah kedua negara serta menganut jalur koeksistensi yang harmonis dan kerja sama yang saling menguntungkan.Kedua belah pihak harus mengikuti konsensus penting yang dicapai antara kedua kepala negara, mempertahankan pertukaran tingkat tinggi, sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis, ujar Wang.Kedua belah pihak harus menunjukkan tanggung jawab mereka sebagai negara besar, menjaga kepentingan dan martabat nasional mereka, serta menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan internasional, imbuhnya.Seraya menuturkan bahwa China dan Rusia merupakan mitra dialog ASEAN, Wang mengatakan penguatan kerja sama dengan negara-negara ASEAN kondusif untuk menyatukan konsensus regional terkait pembangunan, mempromosikan multilateralisme, serta meningkatkan kemakmuran dan stabilitas regional.China siap bekerja sama dengan Rusia untuk mendukung sentralitas ASEAN, menentang campur tangan kekuatan eksternal, mendukung negara-negara ASEAN dalam menegakkan jalur kerja sama Asia Timur yang benar, serta menjaga perdamaian dan stabilitas yang diraih dengan susah payah di kawasan ini, tutur Wang.Sementara itu, Lavrov mengatakan Rusia bersedia bekerja sama dengan China untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, lebih memperkuat koordinasi strategis, dan memperdalam kerja sama di berbagai bidang.Lavrov menyerukan berbagai upaya untuk mendorong multipolaritas dunia, menentang hegemoni dan politik kekuasaan, serta bersama-sama mendukung sentralitas ASEAN.Kedua belah pihak juga bertukar pandangan tentang penguatan koordinasi dan kerja sama di bawah sejumlah kerangka kerja multilateral, seperti Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) dan BRICS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Perundingan nuklir AS–Iran di titik kritis, Trump sebut 10 hari penentu
Indonesia
•
20 Feb 2026

Presiden Biden hapus larangan perjalanan dari negara Muslim dan Afrika
Indonesia
•
22 Jan 2021

Pria California jadi orang pertama di AS yang didakwa atas penyelundupan gas rumah kaca
Indonesia
•
08 Mar 2024

Komite Palang Merah Internasional peringatkan memburuknya bencana kemanusiaan di Yaman
Indonesia
•
12 Feb 2024


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
