
Mantan ketua DPR AS Pelosi dukung Harris sebagai capres dari Partai Demokrat

Nancy Pelosi, yang saat itu menjabat sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS), berbicara dalam sebuah konferensi pers di Capitol Hill di Washington DC, AS, pada 10 September 2020. (Xinhua/Ting Shen)
Nancy Pelosi, mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, sekaligus tokoh terkemuka di Partai Demokrat, menyatakan dukungannya bagi Wakil Presiden AS Kamala Harris untuk menjadi calon presiden dari partai tersebut, memperkuat dukungan bagi Harris usai mundurnya presiden petahana Joe Biden dari pemilihan presiden.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Nancy Pelosi, mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) sekaligus tokoh terkemuka di Partai Demokrat, pada Senin (22/7) menyatakan dukungannya bagi Wakil Presiden AS Kamala Harris untuk menjadi calon presiden (capres) dari partai tersebut, memperkuat dukungan bagi Harris usai mundurnya presiden petahana Joe Biden dari pemilihan presiden (pilpres)."Dengan kebanggaan yang luar biasa dan optimisme yang tak terhingga untuk masa depan negara kita, saya mendukung Wakil Presiden Kamala Harris untuk menjadi presiden AS. Dukungan antusias saya terhadap Kamala Harris untuk menjadi presiden ini bersifat resmi, personal, dan politis," ujar Pelosi dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun pribadinya di platform media sosial X, yang sebelumnya Twitter."Secara politis, tidak perlu diragukan lagi: Kamala Harris sebagai wanita dalam bidang politik sangat cerdas – dan saya memiliki keyakinan penuh bahwa dia akan memimpin kita meraih kemenangan pada November nanti," tutur Pelosi.Menyatakan bahwa keberagaman merupakan kekuatan Partai Demokrat, mantan ketua DPR AS tersebut juga menyerukan kepada partainya agar bersatu dan melangkah maju untuk "secara gemilang mengalahkan" mantan presiden Donald Trump, capres dari Partai Republik.Pernyataan Pelosi ini dilontarkan sehari setelah Biden mengumumkan mundur dari pilpres AS 2024, setelah gelombang kekhawatiran baru perihal usia dan kebugaran mentalnya mencuat menyusul performa debat yang mengecewakan pada 27 Juni lalu.Usai mengumumkan pengunduran dirinya, Biden memberikan dukungan penuh atas pencalonan Harris sebagai capres dari Partai Demokrat dan menyerukan kepada partai tersebut agar bersatu untuk mengalahkan Trump. Mantan presiden AS Bill Clinton dan sang istri, Hillary Clinton yang juga mantan senator AS dan pernah menjadi capres dari Partai Demokrat, turut menyatakan dukungan mereka terhadap Harris sebagai capres dari partai itu.Kendati demikian, dalam sejumlah pernyataan yang dirilis tak lama usai pengunduran diri Biden, Pelosi dan para tokoh terkemuka dari Partai Demokrat lainnya, seperti mantan presiden AS Barack Obama, Pemimpin Mayoritas Senat AS Chuck Schumer, dan Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries, tidak serta-merta mendukung Harris, sehingga memicu spekulasi apakah mereka masih menunggu untuk menyatakan pilihan.Sebagai salah satu sekutu setia Biden, persetujuan Pelosi ini berperan sebagai bentuk dukungan yang signifikan bagi Harris. Sikap ini penting menyusul gejolak di dalam Partai Demokrat yang terjadi selama beberapa pekan terakhir, yang ditandai dengan sejumlah perselisihan internal.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Xi Jinping gelar pertemuan dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz
Indonesia
•
06 Nov 2022

AS jatuhkan sanksi kepada dua hakim ICC terkait Israel
Indonesia
•
19 Dec 2025

Mendagri Inggris mundur, ungkapkan "kekhawatiran serius" terkait pemerintahan Truss
Indonesia
•
20 Oct 2022

PM Prancis kembali lolos dari mosi tidak percaya
Indonesia
•
13 Feb 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
