
Nasib 350.000 warga Haiti di AS terancam, putusan hakim buka jalan bagi deportasi

Foto yang diabadikan pada 2 Desember 2025 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Hu Yousong)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang hakim federal di Washington DC pada Rabu (5/8) mengizinkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakhiri Status Perlindungan Sementara (Temporary Protected Status/TPS) bagi sekitar 350.000 warga Haiti, sebuah keputusan yang menempatkan mereka dalam risiko deportasi ke negara Karibia dengan tingkat kelaparan yang dinilai mengkhawatirkan.
Hakim Distrik AS Ana C. Reyes dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia sebelumnya memblokir pemerintahan tersebut untuk mengakhiri perlindungan TPS bagi warga Haiti, dan pengadilan banding federal kemudian mempertahankan keputusan pemblokiran tersebut.
Namun, Mahkamah Agung AS pada Juni lalu memutuskan dengan suara 6 banding 3 bahwa penetapan TPS tidak dapat ditinjau oleh pengadilan berdasarkan hukum federal, yang berpotensi berdampak terhadap para imigran dari Haiti, Suriah dan negara-negara lain yang oleh Departemen Luar Negeri AS dinilai sangat berbahaya.
Reyes membatalkan keputusannya setelah mempertimbangkan putusan Mahkamah Agung AS, dengan menyatakan dalam perintah barunya pada Rabu bahwa "putusan Mahkamah Agung AS membatalkan putusan pengadilan ini dalam Perintah Pengadilan tertanggal 2 Februari 2026", sehingga perintah pengadilan yang menangguhkan penghentian status TPS Haiti "tidak lagi berlaku".
Sekitar 200.000 warga Haiti pemegang TPS memiliki pekerjaan, dengan konsentrasi pekerja yang besar di sektor layanan kesehatan, jasa makanan, pergudangan, ritel, serta perawatan jangka panjang, menurut analisis data pemerintah oleh kelompok advokasi imigrasi FWD.us yang dikutip oleh The Washington Post.
Departemen Luar Negeri AS menempatkan Haiti pada Level 4, tingkat peringatan perjalanan tertinggi, dengan menyebut risiko kejahatan, penculikan, terorisme, kerusuhan, dan keterbatasan layanan kesehatan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – COP28 hasilkan konsensus “bersejarah” untuk percepat aksi iklim global
Indonesia
•
14 Dec 2023

AS "sangat terganggu" dengan UU Israel tentang larangan operasi UNRWA
Indonesia
•
30 Oct 2024

Finlandia resmi gabung NATO, Rusia janjikan tindakan balasan
Indonesia
•
06 Apr 2023

Suriah kembali bergabung ke Liga Arab setelah 12 tahun penangguhan
Indonesia
•
08 May 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
