
Turkiye akan kirim pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina jika diperlukan

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye, pada 18 Februari 2025. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Turkiye mempertimbangkan untuk menyumbangkan pasukan ke sebuah misi penjagaan perdamaian di Ukraina jika diperlukan.
Ankara, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Turkiye mungkin akan mempertimbangkan untuk menyumbangkan pasukan ke sebuah misi penjagaan perdamaian di Ukraina jika diperlukan, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Turkiye, Anadolu, pada Kamis (6/3)."Kami mengikuti inisiatif diplomatik multidimensi untuk mengakhiri perang dalam koordinasi yang erat dengan institusi-institusi terkait di negara kami," ungkap Anadolu mengutip sejumlah sumber anonim Kementerian Pertahanan Turkiye."Masalah kontribusi untuk misi, yang belum dikonseptualisasikan, akan dievaluasi dengan semua pihak terkait jika dianggap perlu untuk stabilitas dan perdamaian regional," papar sumber-sumber tersebut.
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan (kanan) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menggelar konferensi pers bersama di Ankara, Turkiye, pada 24 Februari 2025. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Menguak kampanye disinformasi rahasia Pentagon terhadap vaksin COVID-19 China
Indonesia
•
21 Jun 2024

Trump umumkan gencatan senjata antara Israel dan Iran
Indonesia
•
24 Jun 2025

Wawancara: Demokrasi China didasarkan pada realitas nasional dan layak dipelajari
Indonesia
•
04 Nov 2022

Patroli gabungan ke-125 di Sungai Mekong dimulai
Indonesia
•
16 Jan 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
