
Hambatan perdagangan picu penurunan pendapatan ekspor komoditas Australia

Anggur yang dipanen terlihat di sebuah pabrik anggur di Coonawarra, Australia, pada 11 Februari 2025. (Xinhua/Li Ting)
Nilai ekspor komoditas Australia diperkirakan akan turun 8,5 persen selama dua tahun ke depan sebagai akibat dari hambatan perdagangan global.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) - Nilai ekspor komoditas Australia diperkirakan akan turun 8,5 persen selama dua tahun ke depan sebagai akibat dari hambatan perdagangan global, menurut sebuah laporan pemerintah.Laporan kuartalan sumber daya dan energi (resources and energy quarterly/REQ) terbaru, yang dipublikasikan pada Senin (30/6) oleh Departemen Perindustrian, Ilmu Pengetahuan, dan Sumber Daya Australia, memperkirakan kenaikan moderat dalam volume ekspor komoditas selama dua tahun ke depan, tetapi mengatakan bahwa pendapatan diperkirakan akan turun.Laporan tersebut memproyeksikan bahwa total nilai ekspor komoditas Australia akan turun 8,5 persen dari 385 miliar dolar Australia pada periode 2024-2025 menjadi 352 miliar dolar Australia pada periode 2026-2027.*1 dolar Australia = 10.605 rupiahLaporan itu memaparkan bahwa meningkatnya hambatan perdagangan dan "ketidakpastian" mengenai seberapa tinggi hambatan tersebut akan ditetapkan telah mengganggu perdagangan antara Amerika Serikat dan mitra-mitra utamanya, menyebabkan bisnis dan pelanggan mengadopsi pendekatan wait and see."Meningkatnya kehati-hatian telah menyebabkan pelemahan lebih lanjut dalam aktivitas. Ketidakpastian terkait hal ini kemungkinan akan berdampak terhadap permintaan komoditas dunia, mengingat negara-negara yang disuplai Australia akan ikut terdampak," ungkap laporan tersebut.Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Canberra pada Senin pagi waktu setempat, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan bahwa pemerintah memberikan argumen yang sangat jelas bahwa tarif AS terhadap impor dari Australia, yang saat ini ditetapkan sebesar 10 persen, seharusnya dihapus.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bank of Canada naikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin
Indonesia
•
27 Oct 2022

Belum genap setahun, BYD miliki puluhan diler di Indonesia
Indonesia
•
10 Oct 2024

Pemerintah Korsel catat tekanan penurunan imbas tarif AS
Indonesia
•
20 Jul 2025

Optimalisasi strategi COVID-19 China tingkatkan kerja sama dengan Thailand
Indonesia
•
13 Jan 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
