
Indonesia harapkan peningkatan volume ekspor produk laut ke pasar China

Foto yang diabadikan pada 8 Agustus 2023 ini menunjukkan seorang pedagang boga bahari sedang menjual komoditasnya di sebuah pasar di Kota Qingdao, Provinsi Shandong, China timur. (Xinhua/Li Ziheng)
Nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke China sepanjang Januari-September 2023 mencapai 790 juta dolar AS, didominasi produk rumput laut yang berkontribusi hampir sepertiganya, disusul cumi-sotong-gurita, dan udang.
Jakarta (Xinhua) – Indonesia mengharapkan ekspor produk perikanan ke China dapat terus meningkat seiring tren pertumbuhan tahun lalu yang cukup menjanjikan. China dinilai memiliki potensi pasar produk perikanan yang makin besar.Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Sakti Wahyu Trenggono dalam upacara pelepasan ekspor 234 ton produk perikanan dari fasilitas penyimpanan beku (cold storage) di Jakarta Utara pada Kamis (9/11). Nilai ekspornya sekitar 18,7 miliar rupiah oleh pembeli dari China, Fujian Changshun Investment Development.Trenggono menyinggung potensi permintaan yang besar dari pasar China terhadap produk perikanan. Mengutip data International Trade Statistics, China menjadi pengimpor terbesar kedua dunia untuk produk perikanan. Nilai impornya tahun lalu mencapai 23,5 miliar dolar AS yang kebanyakan berupa udang, tepung ikan, lobster, hingga cumi.Namun, Indonesia hanya berada di posisi kedelapan sebagai pemasok terbesar produk perikanan ke China, jauh di bawah Ekuador, Rusia, dan Vietnam. Di sisi lain, sang menteri tetap optimistis karena pertumbuhan nilai ekspor ke China tahun lalu nyaris menyentuh 30 persen."Pertumbuhan ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan ekspor ke China," ujarnya dalam keterangan tertulis.Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke China sepanjang Januari-September 2023 mencapai 790 juta dolar AS. Ekspor tersebut didominasi rumput laut yang berkontribusi hampir sepertiganya, disusul cumi-sotong-gurita, dan udang.Beberapa komoditas perikanan yang mengalami tren ekspor positif ke China di antaranya adalah cumi-sotong-gurita, udang, layur-gulama, bawal, tuna-cakalang, ikan hias, ubur-ubur, dan bandeng.Peluang pengiriman ke China masih besar karena Trenggono juga menyebut Indonesia masih memiliki kontrak ekspor produk perikanan sebesar 25 juta dolar AS yang berlaku sampai tahun depan. Dia berharap kontrak tersebut bisa diperbesar ke depannya.*1 dolar AS = 15.649 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ericsson dan Nokia hentikan operasi di Rusia secara bertahap hingga akhir tahun
Indonesia
•
30 Aug 2022

Telaah – Tarif perdagangan Trump picu kekhawatiran pasar, resahkan bisnis dan konsumen
Indonesia
•
23 Mar 2025

Nominal pendapatan per kapita penduduk China naik 6,5 persen pada H1 2023
Indonesia
•
19 Jul 2023

WTO: Larangan AS atas label "Made in Hong Kong" langgar UU perdagangan internasional
Indonesia
•
23 Dec 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
