
‘E-Commerce’ berkembang pesat di Kamboja

Seorang pelanggan memindai kode respons cepat (quick response/QR) untuk menggunakan pembayaran seluler di sebuah kafe di Phnom Penh, Kamboja pada 16 Maret 2022. (Xinhua/Phearum)
Nilai pasar perdagangan elektronik (e-commerce) Kamboja diperkirakan mencapai 1,51 miliar dolar AS pada 2024, naik dari 1,29 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Nilai pasar perdagangan elektronik (e-commerce) Kamboja diperkirakan mencapai 1,51 miliar dolar AS pada 2024, naik dari 1,29 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya, demikian menurut sebuah laporan pada Selasa (25/2).*1 dolar AS = 16.316 rupiahLaporan tersebut mengungkapkan pendapatan e-commerce di negara Asia Tenggara itu akan mencapai 1,78 miliar dolar AS pada 2025."Pasar e-commerce yang sedang berkembang (emerging) di Kamboja hanya menyumbang 4 hingga 5 persen dari produk domestik bruto (PDB)," ungkap laporan tersebut.Laporan itu menambahkan pendapatan e-commerce sebagian besar di antaranya berasal dari sektor makanan dan bahan makanan, fesyen, elektronik, kecantikan dan kosmetik, perawatan kesehatan, media dan hiburan, serta layanan transportasi daring (ride-hailing), transportasi dan logistik.Facebook dan TikTok telah mengubah lanskap penjualan dan periklanan Kamboja, memberdayakan bisnis dan mendorong perdagangan daring (online) baik bagi perusahaan besar maupun usaha kecil dan menengah (UKM), kata laporan itu.Namun, kerangka kerja regulasi diperlukan untuk memastikan perlindungan konsumen dan keamanan pembayaran guna membangun kepercayaan dan pertumbuhan yang berkelanjutan, papar laporan tersebut.Dengan total populasi 17 juta jiwa, negara kerajaan itu memiliki 11,65 juta pengguna Facebook dan 9,96 juta pengguna TikTok per 2024, ungkap laporan tersebut."Adopsi pembayaran digital yang cepat, populasi kaum muda yang paham teknologi, meningkatnya penetrasi smartphone, dan dukungan kuat pemerintah mempercepat ekspansi e-commerce Kamboja," lanjut laporan itu.Negara tersebut telah mendaftarkan sekitar 30 juta akun dompet elektronik (e-wallet) per 2024, papar Bank Nasional Kamboja.Laporan itu disusun oleh firma keuangan perusahaan Profitence dengan dukungan dari Kementerian Perdagangan Kamboja.Menteri Perdagangan Kamboja Cham Nimul mengatakan dalam laporan tersebut bahwa e-commerce telah muncul sebagai sebuah pendorong utama pertumbuhan ekonomi, meningkatkan daya saing bisnis, memperluas akses pasar, dan menciptakan peluang-peluang baru bagi perusahaan dari semua skala."Kemajuan signifikan telah dicapai dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan dalam pembayaran digital, logistik, dan mekanisme kepercayaan konsumen," katanya.Nimul menuturkan evolusi dari e-commerce ke ekosistem perdagangan digital yang lebih luas akan berperan penting dalam memastikan ketahanan ekonomi dan daya saing global jangka panjang.Jack Lee, sekretaris Asosiasi Profesional Ekonomi Digital dari Kamar Dagang China di Kamboja, mengatakan e-commerce telah menjadi populer di Kamboja dalam beberapa tahun terakhir berkat peningkatan pesat dalam hal pengguna internet dan pembayaran digital.Dia mengatakan tingkat cakupan pengguna platform digital di negara kerajaan ini bervariasi pada berbagai sektor e-commerce."Pembayaran seluler dan perdagangan sosial memiliki tingkat penetrasi tertinggi, melampaui 50 persen," ujarnya kepada Xinhua. "Layanan pesan-antar makanan dan layanan ride-hailing mayoritas menargetkan penduduk perkotaan, dengan tingkat penetrasi lebih dari 20 persen.""Banyak bisnis Kamboja mengandalkan Facebook, TikTok, dan Telegram untuk menjual produk, menjadikan perdagangan sosial sebagai tren yang dominan," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakistan laporkan rekor tertinggi inflasi sebesar 36,4 persen pada April 2023
Indonesia
•
04 May 2023

Toko-toko roti Belanda di ambang kebangkrutan akibat kenaikan harga energi
Indonesia
•
08 Sep 2022

Trump sebut tarif untuk Meksiko ditangguhkan hingga 2 April
Indonesia
•
07 Mar 2025

UE akan alokasikan 120 juta euro bagi petani yang terdampak cuaca buruk
Indonesia
•
25 Sep 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
