Nilai perdagangan Indonesia-China terus menguat, naik 16 persen pada Q1 2026

Foto yang diabadikan pada 2 Desember 2024 ini menunjukkan kawasan Nansha di Pelabuhan Guangzhou di Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)

Nilai ekspor Indonesia ke China menyumbang 25,3 persen atau sekitar seperempat dari total ekspor nasional, sedangkan kontribusi impor dari negara tersebut mencapai 36 persen.

 

Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China terus mengalami penguatan, salah satunya tercermin dari nilai perdagangan internasional kedua negara yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,6 persen sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, sehingga masih menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia.

Nilai perdagangan antara kedua negara tercatat mencapai 39,04 miliar dolar AS pada kuartal pertama (Q1) tahun ini, menunjukkan kenaikan hingga dua digit dibandingkan 33,47 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun lalu.

*1 dolar AS = 17.405 rupiah

Baik ekspor maupun impor mencatatkan kenaikan hingga dua digit. Nilai ekspor ke China tercatat sebesar 16,93 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan mencapai 15,8 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, nilai impor mengalami peningkatan sebesar 17,3 persen menjadi 22,11 miliar dolar AS.

Dengan demikian, China tetap menjadi mitra dagang utama bagi Indonesia, baik dalam sektor ekspor maupun impor. Nilai ekspor ke China menyumbang 25,3 persen atau sekitar seperempat dari total ekspor nasional, sedangkan kontribusi impor dari negara tersebut mencapai 36 persen.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait