
Obat penurun berat badan jadi pilihan baru untuk perangi obesitas di China

Orang-orang berolahraga di sebuah taman kota di Kota Tianjin, China utara, pada 8 Agustus 2024. (Xinhua/Sun Fanyue)
Obat penurun berat badan bukanlah obat yang sama sekali mujarab, karena ini bukanlah solusi cepat dan juga bukan pengganti diet sehat dan olahraga.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang pria berusia 58 tahun bermarga Li, dengan berat badan hampir 100 kg, menjadi salah satu pasien pertama di China yang menggunakan Semaglutide sebagai obat yang diresepkan untuk menurunkan berat badan.Semaglutide tidak asing bagi Li, yang sebelumnya telah menggunakannya dalam obat lain untuk mengatur kadar gula darahnya.Sejak Wegovy, obat penurun berat badan dengan bahan utama Semaglutide, memasuki pasar China pada November ini, obat tersebut telah menjadi berita utama sebagai alat baru bagi orang-orang seperti Li dalam memerangi obesitas.Dokter Li, Wang Cunchuan, menceritakan bahwa hanya sehari setelah peluncuran Wegovy, lebih dari 40 pasien yang memenuhi syarat datang ke rumah sakit di Guangzhou, China selatan, untuk berkonsultasi dan membuat janji temu.Menurut data klinis, Wegovy dapat mencapai penurunan berat badan rata-rata sekitar 17 persen setelah 18 bulan pengobatan. Obat ini sekarang tersedia sebagai obat resep di rumah sakit dan di beberapa platform e-commerce.Selain Semaglutide, Orlistat merupakan obat penurun berat badan lain yang tersedia di pasar China.Pengobatan menjadi salah satu pendekatan yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan nasional China dalam pedoman yang baru-baru ini dirilis untuk diagnosis multidisipliner dan pengobatan obesitas.Pedoman tersebut, menjadi yang pertama terkait hal ini, menggarisbawahi komitmen China dalam mengatasi obesitas, masalah yang terus meningkat di perekonomian terbesar kedua di dunia itu.Data resmi menunjukkan bahwa pada 2020, lebih dari separuh warga dewasa di China mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan angka tersebut berpotensi mencapai 65,3 persen pada 2030.China diproyeksikan akan membelanjakan sekitar seperlima dari total pengeluaran kesehatannya untuk mengatasi kelebihan berat badan dan obesitas pada 2030, menurut laporan penelitian dari Institut Kesehatan Global Universitas Jiaotong Xi'an, yang diterbitkan di The Lancet.Li Xiaoying, direktur departemen endokrinologi Rumah Sakit Zhongshan yang terafiliasi dengan Universitas Fudan, mengatakan obesitas merupakan asal mula dari berbagai penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker."Jika obesitas dapat dikendalikan, penyakit-penyakit ini dapat dicegah dan diobati secara efektif," kata Li.Kekhawatiran yang semakin meningkat telah mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah konkret guna mengatasi obesitas. Kampanye nasional untuk memerangi obesitas sedang berjalan dengan baik, dengan klinik manajemen berat badan satu per satu didirikan di rumah-rumah sakit di seluruh China.Pada 2008, China menetapkan tanggal 8 Agustus sebagai Hari Kebugaran Nasional, dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan telah menyebabkan lonjakan dalam industri kebugaran dan light food (makanan rendah kalori dengan kadar lemak dan gula yang lebih sedikit).Selama dua tahun terakhir, China menyetujui empat obat penurun berat badan, yang digambarkan oleh beberapa media Barat sebagai obat "ajaib" yang dapat mengubah masyarakat.Namun, para ahli memperingatkan bahwa obat-obat tersebut bukanlah solusi cepat dan juga bukan pengganti diet sehat dan olahraga.Penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan pengobatan dengan intervensi gaya hidup lebih efektif daripada menggunakan salah satu pendekatan saja, kata Luo Yingying, seorang dokter di departemen endokrinologi Rumah Sakit Rakyat Universitas Peking. Luo menekankan pentingnya olahraga teratur dan tidur yang cukup.Beberapa ahli memperingatkan bahwa obat penurun berat badan bukanlah obat yang sama sekali mujarab. Beberapa pengguna Wegovy mengungkapkan kekhawatiran mengenai efek samping dan risiko kenaikan berat badan setelah menghentikan pengobatan.Alih-alih obat "ajaib", sebagian besar dari mereka yang kelebihan berat badan mungkin membutuhkan obat dengan efek yang lebih ringan dan lebih bertahap, kata Mu Yiming, seorang dokter di Rumah Sakit Umum PLA China."Pengobatan pada akhirnya bertujuan untuk membuat pasien lebih sehat, meningkatkan kualitas hidup mereka, dan memperpanjang masa hidup mereka," ujarnya. "Fokusnya bukan pada indeks massa tubuh, melainkan pada pasien."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

10 orang tewas dalam insiden penembakan massal di California Selatan, AS
Indonesia
•
23 Jan 2023

Qatar Charity salurkan Rp46 miliar untuk 11 proyek Indonesia
Indonesia
•
19 Aug 2019

COVID-19 - 100 pasien di Arab Saudi dirawat dengan plasma darah
Indonesia
•
08 Jul 2020

Bank Dunia gelontorkan 30 miliar dolar AS atasi kerawanan pangan
Indonesia
•
19 May 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
