
Musim salju hadirkan peluang emas bagi penduduk desa di Jilin, China

Foto dari udara yang diabadikan pada 24 November 2022 ini memperlihatkan Resor Ski Beidahu di Kota Jilin, Provinsi Jilin, China timur laut. (Xinhua/Xu Chang)
Olahraga musim dingin berkembang di Desa Nangou yang berada di Beidahu, Provinsi Jilin, China timur laut, dengan salju yang menyelimuti wilayah itu selama sekitar 160 hari setiap tahun, mengundang para pencinta olahraga ski untuk menghabiskan liburan akhir tahun di lokasi ini.
Changchun, China (Xinhua) – Bagi Yu Shufen, musim salju tahunan merupakan tantangan tersendiri sampai dia menemukan peluang bisnis di lanskap musim dingin itu.Yu (53) tinggal di Desa Nangou yang berada di Beidahu, Provinsi Jilin, China timur laut. Jilin diberkahi dengan kondisi alam yang sangat baik untuk mengembangkan industri es dan salju.Berkat gelombang besar kedatangan para pencinta olahraga ski, selain bekerja sebagai petani, Yu kini menjalankan bisnis hiburan berbasis pertanian (agritainment) dan penginapan rumah sewa (homestay) di Nangou, yang lokasinya dekat dengan resor ski Beidahu.Fakta bahwa resor tersebut tertutup salju selama sekitar 160 hari setiap tahun berkontribusi terhadap reputasinya sebagai salah satu destinasi utama bagi penggemar olahraga musim dingin.Sebelum mendirikan bisnisnya lebih dari 10 tahun lalu, Yu tidak pernah membayangkan bahwa hujan salju yang lebat akan sangat menguntungkan dari segi finansial.Yu mendapatkan ide untuk bisnisnya setelah dirinya kerap bertemu dengan para pencinta ski di desa itu yang menanyakan tentang pilihan restoran dan penginapan.Dia memulai bisnisnya hanya dengan beberapa meja di rumah dan meluncurkan bisnis agritainment pertama di Nangou.Dengan manajemen yang efektif, bisnis agritainment dan homestay milik Yu perlahan-lahan berkembang dan mendapatkan banyak pelanggan tetap, menghasilkan pendapatan senilai ratusan ribu yuan di setiap musim salju.Musim dingin umumnya merupakan musim istirahat untuk aktivitas pertanian di China timur laut karena suhu yang dingin dan cuaca yang buruk di kawasan itu. Para petani setempat pun menganggur hampir sepanjang musim dingin.Namun, banyak penduduk desa terinspirasi oleh Yu dan kini telah memasuki bisnis es dan salju yang berkembang pesat di tengah meningkatnya popularitas olahraga musim dingin.Saat ini, Desa Nangou memiliki lebih dari 100 restoran dan hotel, membantu lebih dari 150 rumah tangga meningkatkan pendapatannya."Musim dingin kini menjadi waktu tersibuk dalam setahun di desa kami. Setiap keluarga begitu menantikan salju. Semakin melimpah saljunya, semakin banyak turis yang datang," kata Yu.Dalam beberapa tahun terakhir, Jilin gencar mempromosikan industri es dan saljunya. Desa biasa yang tak terhitung jumlahnya seperti Nangou telah mengalami transformasi, dengan perekonomian es dan salju sebagai mesin baru untuk revitalisasi pedesaan di daerah tersebut.Musim dingin yang menusuk tulang telah membawa kehangatan bagi banyak penduduk setempat seperti Yu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

McDonald's bukukan pertumbuhan kuat pada 2023
Indonesia
•
06 Feb 2024

Shenzhen di China akan catatkan rekor skala pameran terbesar pada 2023
Indonesia
•
17 Feb 2023

China terus sempurnakan iklim bisnis dan pangkas biaya transaksi institusional
Indonesia
•
01 Sep 2022

China ambil tindakan balasan tegas terhadap perundungan tarif AS
Indonesia
•
10 Apr 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
