
OpenAI luncurkan GPT-5.6, AI baru yang lebih cerdas, lebih cepat, dan lebih efisien

CEO OpenAI Sam Altman (kiri) berbicara dalam sesi bertajuk 'Teknologi di Dunia yang Bergejolak' (Technology in a Turbulent World) saat Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2024 di Davos, Swiss, pada 18 Januari 2024. (Xinhua/Lian Yi)
Rangkaian GPT-5.6 mencakup tiga model, yaitu Sol, model unggulan baru perusahaan tersebut; Terra, model yang seimbang untuk pekerjaan sehari-hari; dan Luna, model tercepat dan paling hemat biaya.
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal Amerika Serikat (AS) OpenAI pada Kamis (9/7) mengumumkan GPT-5.6 kini tersedia secara umum., rangkaian model AI terbarunya, setelah penundaan peluncuran bulan lalu atas permintaan pemerintah AS terkait kekhawatiran keamanan siber.
Rangkaian GPT-5.6 mencakup tiga model, yaitu Sol, model unggulan baru perusahaan tersebut; Terra, model yang seimbang untuk pekerjaan sehari-hari; dan Luna, model tercepat dan paling hemat biaya, papar OpenAI dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan tersebut mengatakan GPT-5.6 Sol menetapkan standar baru bagi kecerdasan dan efisiensi dalam koding, pekerjaan berbasis pengetahuan, keamanan siber, dan sains, sekaligus menggunakan lebih sedikit token dan menekan biaya penggunaan dibanding model-model terdepan sebelumnya maupun model pesaing.
OpenAI juga memperkenalkan dua opsi kemampuan baru untuk jajaran model tersebut. Pengaturan "max" memberikan lebih banyak waktu bagi GPT-5.6 untuk melakukan penalaran, memeriksa, dan merevisi pendekatannya, sedangkan pengaturan "ultra" mengoordinasikan beberapa agen secara paralel untuk menangani tugas-tugas yang lebih kompleks.
Menurut perusahaan tersebut, GPT-5.6 mulai tersedia pada Kamis di platform ChatGPT, Codex, dan API OpenAI, dengan peluncuran global diperkirakan akan berlanjut secara bertahap selama 24 jam ke depan.
OpenAI mengatakan GPT-5.6 diluncurkan dengan "sistem pengamanan paling tangguh hingga saat ini".
Perusahaan itu menjelaskan bahwa meskipun model-model tersebut memiliki kapabilitas yang lebih baik dibandingkan model sebelumnya dari segi biologi dan keamanan siber, kemampuannya belum melampaui ambang batas "kritis" dalam kedua kategori tersebut berdasarkan kerangka kerja kesiapannya.
OpenAI juga menambahkan bahwa model-model tersebut telah menjalani evaluasi aspek keselamatan paling ekstensif hingga saat ini sebelum tersedia untuk umum.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China temukan bahwa kesehatan mental adalah kunci bagi penuaan sehat
Indonesia
•
19 Jun 2024

Ilmuwan China usulkan cara untuk capai produksi tanaman netral karbon
Indonesia
•
21 Feb 2023

Ikan langka ini kembali ditemukan di Kamboja setelah ‘menghilang’ selama hampir 20 tahun
Indonesia
•
25 Oct 2024

Tim peneliti China temukan elektrode saraf baru untuk pengobatan strok
Indonesia
•
06 Dec 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
