Ikan langka ini kembali ditemukan di Kamboja setelah ‘menghilang’ selama hampir 20 tahun

Foto tanpa keterangan tanggal ini memperlihatkan seorang pria menunjukkan seekor ikan mas salmon raksasa di Kamboja. (Xinhua/Wonders of the Mekong/Chhut Chheana)
Ikan mas salmon raksasa atau giant salmon carp (Aaptosyax grypus) yang misterius kembali teramati di perairan Kamboja oleh tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Administrasi Perikanan Kamboja, yang dinaungi oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kamboja.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Ikan berjuluk "hantu Mekong" kembali terlihat di Kamboja setelah hampir dua dekade menghilang tanpa jejak, demikian lansir sebuah rilis berita pada Selasa (22/10).Ikan mas salmon raksasa atau giant salmon carp (Aaptosyax grypus) yang misterius kembali teramati di perairan Kamboja oleh tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh Administrasi Perikanan Kamboja, yang dinaungi oleh Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kamboja, papar rilis berita tersebut.Spesies yang tidak biasa ini, yakni ikan mas dengan rahang berkait dan tubuh berbentuk seperti ikan salmon, belum pernah terdokumentasikan lagi sejak 2005, sebut rilis berita itu. Tim ilmuwan internasional mengonfirmasi keberadaan tiga ekor giant salmon carp yang ditangkap antara 2020 hingga 2023, yang menandai temuan signifikan untuk ikan yang sebelumnya dikhawatirkan telah punah itu, lanjut rilis berita tersebut."Penemuan kembali ikan mas salmon raksasa ini menandai sebuah harapan, tidak hanya untuk spesies ini, tetapi juga untuk seluruh ekosistem Sungai Mekong," kata Bunyeth Chan, peneliti utama dari Universitas Svay Rieng di Kamboja."Ekosistem Mekong merupakan sungai yang paling produktif di Bumi, yang menghasilkan lebih dari 2 juta ton ikan per tahun dengan nilai mencapai lebih dari 10 miliar dolar AS," imbuhnya.Sebagai tindak lanjut dari penemuan kembali ini, Administrasi Perikanan Kamboja telah menambahkan giant salmon carp ke dalam daftar spesies yang dilindungi.*1 dolar AS = 15.620 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China gunakan model bahasa protein AI untuk ungkap misteri evolusi kehidupan
Indonesia
•
09 Oct 2025

Penelitian: amandemen belerang dapat kurangi kontaminasi tanah
Indonesia
•
10 Aug 2021

Misi CURIE dari NASA akan pelajari gelombang radio matahari
Indonesia
•
09 Jul 2024

Arab Saudi unggul dalam kecepatan dan jangkauan 5G dunia
Indonesia
•
28 Aug 2020
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
