
Operasional Southwest Airlines kacau saat ribuan penumpang terlantar di AS

Para pelancong menunggu di konter check-in Southwest Airlines di Bandar Udara Dallas Love Field di Dallas, Texas, Amerika Serikat, pada 17 Desember 2021. (Xinhua/Guangming Li)
Operasional Southwest Airlines kacau, dengan pembatalan lebih dari 2.500 penerbangan, atau 62 persen dari penerbangan yang direncanakan pada 28 Desember, menelantarkan ribuan penumpang yang marah karena terpisah dari keluarga mereka.
New York City, AS (Xinhua) – Saat kekacauan operasional di Southwest Airlines, salah satu kejadian terburuk yang pernah disaksikan para pengamat industri penerbangan dalam beberapa dekade, memasuki hari berikutnya pada Rabu (28/12), pelanggan yang marah masih terlantar, terpisah dari keluarga mereka dan beberapa masih membawa hadiah Natal yang rencananya telah mereka berikan beberapa hari lalu, lapor The New York Times.Tidak ada tanda membaik hingga Rabu pagi. Southwest telah membatalkan lebih dari 2.500 penerbangan, atau 62 persen dari penerbangan yang direncanakan untuk hari itu, menurut FlightAware, layanan pelacakan penerbangan. Pihak maskapai mengatakan mungkin perlu beberapa hari sampai simpul-simpul masalah tersebut dapat diurai dan layanan normal kembali dilanjutkan."Konfigurasi operasional Southwest, yang berbeda dari mayoritas maskapai besar lainnya, telah mendapat pengawasan ketat usai badai musim dingin pekan lalu mengganggu rencana perjalanan di seluruh Amerika Serikat (AS)," kata laporan itu.Southwest secara khusus tidak dapat menerbangkan kembali armada pesawatnya pascabadai, sementara ribuan pelanggan terlantar dan kesulitan untuk melakukan pemesanan ulang, catat laporan itu.Secara total, hampir 11.000 penerbangan Southwest telah dibatalkan sejak Kamis (22/12), menurut FlightAware.Pete Buttigieg, Menteri Transportasi Amerika Serikat, mengatakan dalam sebuah wawancara di NBC Nightly News pada Selasa (27/12) bahwa itu adalah "situasi yang tidak dapat diterima" yang akan menuntut pengawasan lebih dekat pada sistem penjadwalan Southwest.
Para penumpang mengantre di Bandar Udara Internasional Vancouver di Richmond, British Columbia, Kanada, pada 20 Desember 2022. Ribuan pelancong terjebak di Bandar Udara Internasional Vancouver pada Selasa (20/12) setelah banyak penerbangan dibatalkan atau ditunda akibat badai salju. (Xinhua/Liang Sen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB: Konflik paksa 880.000 lebih orang mengungsi di Lebanon dan picu memburuknya ketahanan pangan
Indonesia
•
22 Nov 2024

Opini: Taiwan berikan momentum dalam transisi global menuju emisi nol bersih
Indonesia
•
05 Nov 2022

Wadah pemikir rilis laporan tentang pandangan China soal HAM
Indonesia
•
07 Dec 2022

Populasi Rusia berkurang 555.332 jiwa pada 2022
Indonesia
•
02 Feb 2023


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
