
Oracle laporkan hasil Q3 2026 yang kuat di tengah meningkatnya permintaan Cloud AI

Sebuah logo AI terlihat dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona, Spanyol, pada 6 Maret 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Oracle Corporation melaporkan hasil keuangan yang kuat untuk kuartal ketiga tahun fiskal 2026, yang didorong oleh pesatnya pertumbuhan layanan awan (cloud) dan permintaan yang meningkat terkait komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Oracle Corporation, perusahaan perangkat lunak (software) asal Amerika Serikat (AS), pada Selasa (10/3) melaporkan hasil keuangan yang kuat untuk kuartal ketiga (Q3) tahun fiskal 2026, yang didorong oleh pesatnya pertumbuhan layanan awan (cloud) dan permintaan yang meningkat terkait komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Oracle menyampaikan bahwa total pendapatan yang dibukukan selama kuartal tersebut mencapai 17,2 miliar dolar AS, naik 22 persen secara tahunan (year over year/yoy), sementara nilai pendapatannya dari layanan cloud meningkat 44 persen menjadi 8,9 miliar dolar AS.
*1 dolar AS = 16.879 rupiah
Nilai laba bersih berdasarkan prinsip akuntansi yang diterima secara umum (generally accepted accounting principle/GAAP) mencapai 3,7 miliar dolar AS, dengan penghasilan per lembar saham tercatat 1,27 dolar AS, naik 24 persen dari periode yang sama tahun lalu. Dalam basis non-GAAP, laba bersih Oracle mencapai 5,2 miliar dolar AS, dengan pendapatan per lembar saham tercatat 1,79 dolar AS, naik 21 persen (yoy).
Nilai pendapatan dari layanan infrastruktur cloud mencapai 4,9 miliar dolar AS, mewakili peningkatan 84 persen (yoy). Total pendapatan dari pengaplikasian cloud mencapai 4 miliar dolar AS, naik 13 persen.
Oracle menuturkan nilai kewajiban kinerja tersisa (remaining performance obligation) mencapai 553 miliar dolar AS, melonjak 325 persen dari setahun sebelumnya. Perusahaan itu menyampaikan mayoritas peningkatan tersebut terkait dengan kontrak AI berskala besar.
Dalam 12 bulan terakhir, arus kas operasional Oracle mencapai 23,5 miliar dolar AS, naik 13 persen (yoy), ungkap perusahaan tersebut.
Perusahaan itu juga menyatakan bahwa permintaan kapasitas komputasi cloud AI terus melebihi pasokan, terutama bagi beban kerja pelatihan dan inferensi AI. Oracle mengatakan berbagai kemajuan dalam pembuatan kode yang ditenagai AI memungkinkannya untuk mempercepat pengembangan perangkat lunak dan memperluas penawaran Software as a Service (SaaS) sekaligus menekan biaya.
Oracle memperkirakan nilai pendapatan pada kuartal keempat akan tumbuh antara 19 dan 21 persen, sementara pendapatan cloud diproyeksikan meningkat antara 46 dan 50 persen.
Untuk tahun fiskal 2026, Oracle menegaskan kembali nilai proyeksi pendapatannya mencapai 67 miliar dolar AS dan belanja modalnya tercatat 50 miliar dolar AS. Perusahaan itu menaikkan proyeksi pendapatannya untuk tahun fiskal 2027 menjadi 90 miliar dolar AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Italia ajukan permintaan dana pemulihan UE tahap kelima
Indonesia
•
22 Dec 2023

Perusahaan China dan Indonesia garap kerja sama perikanan via mode ‘Dua Negara, Taman Kembar’
Indonesia
•
22 Apr 2025

AI diproyeksi hasilkan 680 miliar dolar AS untuk sektor telekomunikasi
Indonesia
•
21 Nov 2024

Uni Eropa sepakat tingkatkan efisiensi energi
Indonesia
•
12 Mar 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
