
Badan kemanusiaan PBB siapkan jaringan bantuan yang lebih luas untuk Gaza jelang gencatan senjata

Warga Palestina terlihat di lokasi sebuah tenda yang hancur pascapengeboman Israel di kamp pengungsi al-Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada 17 Januari 2025. (Xinhua/Marwan Dawood)
Organisasi-organisasi pemberi bantuan bermaksud menjangkau ratusan ribu orang dengan memberikan tempat perlindungan mendasar, selama mereka dapat mengakses pasokan yang dibutuhkan.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) - Badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (17/1) mengatakan bahwa pihaknya dan para mitra tengah memobilisasi pasokan untuk memperluas jaringan bantuan dan barang-barang komersial ke Gaza seiring penerapan gencatan senjata yang telah lama dinantikan dan akan segera diberlakukan.Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa badan-badan kemanusiaan juga tengah menjajaki cara untuk memperluas penyaluran uang tunai kepada mereka yang membutuhkan sehingga mereka tidak harus bergantung sepenuhnya pada bantuan dan dapat memanfaatkan barang-barang komersial jika tersedia. Organisasi-organisasi pemberi bantuan bermaksud menjangkau ratusan ribu orang dengan memberikan tempat perlindungan mendasar, selama mereka dapat mengakses pasokan yang dibutuhkan.Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan bahwa sebuah misi telah sampai ke Rumah Sakit Al-Awda yang kekurangan bahan bakar di Kegubernuran Gaza Utara pada Rabu (15/1). Tim misi tersebut mengirimkan 5.000 liter bahan bakar, paket makanan, air minum kemasan, pakaian musim dingin, dan vaksin. Dua pasien yang berkondisi kritis bersama pendamping mereka dipersiapkan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City.WHO mengatakan bahwa 33 pasien dan sekitar 30 pendamping mereka masih berada di Rumah Sakit Al-Awda, bersama dengan belasan dokter, 24 perawat, dan 16 staf administrasi. Akses ke rumah sakit tersebut masih sangat menantang dan berisiko bagi pasien.WHO mengatakan bahwa selama misi tersebut, "sebuah peluru mengenai ambulans milik Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina. Untungnya, tidak ada korban luka yang dilaporkan. Namun, insiden tersebut menekankan pentingnya gencatan senjata dalam memastikan kemampuan untuk mengakses warga sipil secara aman."Philippe Lazzarini, selaku komisaris jenderal Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA), memberikan pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB dalam sebuah sesi tertutup. Selanjutnya, Lazzarini pun menemui awak media. Dia menyerukan implementasi penuh dari penghentian permusuhan yang dijadwalkan pada Ahad (19/1) tersebut.UNRWA sedang menghadapi tantangan signifikan dengan kematian lebih dari 200 pekerjanya selama 15 bulan konflik Gaza, dan Israel pun mengancam akan menutupnya pada akhir bulan ini dengan tuduhan bahwa badan tersebut telah disusupi anggota Hamas.
Warga Palestina menunggu untuk menerima makanan gratis dari sebuah pusat distribusi makanan di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 17 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mahasiswa internasional kembali ke China dengan semangat dan harapan (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
28 Feb 2023

Danau Hulun di China utara yang dulu menyusut kini tumbuh
Indonesia
•
02 Jan 2023

Idul Fitri 1447H – Warga Afghanistan bersiap sambut Idul Fitri di tengah sanksi dan kemiskinan
Indonesia
•
19 Mar 2026

Raih emas kesembilan, atlet Norwegia Klaebo pecahkan rekor Olimpiade Musim Dingin
Indonesia
•
16 Feb 2026


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
