
Obat alternatif yang lebih murah dari Ozempic banjiri pasar obat penurun berat badan di AS

Foto yang diabadikan pada 23 Agustus 2021 ini menunjukkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat (AS) di Silver Spring, Maryland, AS. (Xinhua/Ting Shen)
Ozempic dihargai lebih dari 1.000 dolar AS per bulan, sementara obat-obatan alternatifnya hanya dijual di kisaran 300 hingga 400 dolar AS namun dengan efek penurunan berat badan yang hampir sama.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Seiring dengan meningkatnya popularitas kelas baru obat diabetes dan obesitas suntik yang mengubah keadaan (game-changing), kelangkaan yang meluas dan tingginya harga untuk obat GLP-1 bermerek terus berlanjut, mendorong banyak orang yang ingin menurunkan berat badan masuk ke pasar sekunder yang berkembang pesat dan tidak diregulasi guna mendapatkan obat-obatan alternatif yang harganya lebih terjangkau dan tersedia secara daring, lapor harian Los Angeles Times pada Rabu (14/8).Obat racikan (compounded drug), demikian istilah untuk obat tersebut, tidak mengantongi persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat (AS), yang berarti lembaga itu tidak dapat memverifikasi keamanan, keefektifan, atau kualitasnya, urai laporan itu. Kendati praktik peracikan obat memainkan peran penting dalam industri farmasi, terdapat juga sejumlah risiko, kekhawatiran yang meningkat di era Ozempic saat perusahaan rintisan telehealth, spa medis, dan apotek daring ingin ambil bagian dalam tren tersebut."Kami mengimbau para pasien bersikap waspada," ujar juru bicara FDA, yang baru-baru ini telah merilis peringatan dan pemberitahuan kekhawatiran yang terkait dengan semaglutide racikan. Namun, peringatan itu selalu tidak diindahkan, mengingat Ozempic dihargai lebih dari 1.000 dolar AS per bulan, sementara obat-obatan alternatifnya hanya dijual di kisaran 300 hingga 400 dolar AS namun dengan efek penurunan berat badan yang hampir sama."Sayangnya, banyak pasien yang melakukan pencarian informasi di Reddit atau TikTok dan mereka mendapatkan saran yang buruk. Saya menghabiskan separuh waktu saya untuk berupaya membedakan antara beberapa hal mencurigakan yang muncul secara daring," tutur Scott Brunner, chief executive Alliance for Pharmacy Compounding, seperti dikutip laporan tersebut.Di sektor farmasi AS, terdapat kenyataan yang mencolok: meracik obat merupakan hal yang legal dan telah berlangsung selama berdekade. Sebuah obat dapat diracik untuk pasien yang, sebagai contoh, alergi terhadap zat pewarna pada obat bermerek atau memerlukan obat dalam bentuk cair alih-alih pil. Obat racikan juga diperbolehkan saat obat-obatan yang disetujui FDA masuk dalam daftar kelangkaan badan tersebut.Terlebih lagi, dalam hierarki industri farmasi di AS, obat racikan menduduki posisi yang disalahpahami secara luas. Obat itu bukanlah obat generik, yang oleh FDA dianggap sebagai "bioekuivalen" dari obat bermerek, dan menjalani peninjauan oleh badan tersebut serta diizinkan untuk dijual usai hak patennya kedaluwarsa.FDA menyerukan para konsumen agar cermat dalam meneliti apotek daring. Badan itu telah memberikan berbagai kiat, seperti membeli hanya dari bisnis yang mewajibkan resep dokter, mengantongi lisensi dari dewan farmasi negara bagian, dan memiliki staf apoteker berlisensi untuk menjawab pertanyaan.*1 dolar AS = 15.691 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pabrik gula di Bombana serap 15.000 tenaga kerja
Indonesia
•
22 Oct 2020

Indonesia dan Jepang perpanjang perjanjian pertukaran mata uang
Indonesia
•
14 Oct 2021

Ekspor perhiasan Indonesia ke AS naik 37 persen pada Januari-September 2020
Indonesia
•
19 Nov 2020

Utang luar negeri Indonesia triwulan I 2022 turun
Indonesia
•
19 May 2022


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
