
BYD akan tingkatkan investasi di Indonesia, serap 18.000 tenaga kerja baru

BYD Indonesia dan Arista Group pada 7 Oktober 2024 meresmikan sembilan dealer baru BYD Arista di sejumlah kota di Indonesia, yang salah satunya berlokasi di Bekasi, Provinsi Jawa Barat. (Xinhua)
Pabrikan otomotif asal China, BYD, akan memperluas fasilitas pabriknya dari 108 hektare menjadi 126 hektare, yang diklaim akan menjadi pabrik otomotif terbesar di Asia Tenggara. Jumlah tenaga kerja yang diserap juga meningkat lebih dari dua kali lipat dari rencana awal, yakni menjadi lebih dari 18.000 pekerja.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di China pada awal pekan ini, pabrikan otomotif asal China, BYD, menyampaikan rencana strategisnya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. BYD akan membangun pabrik yang lebih luas di Subang, Provinsi Jawa Barat, dan menyerap lebih banyak tenaga kerja baru.BYD diketahui akan memperluas fasilitas pabriknya dari 108 hektare menjadi 126 hektare, yang diklaim pemerintah akan menjadi pabrik otomotif terbesar di Asia Tenggara. Jumlah tenaga kerja yang diserap juga meningkat lebih dari dua kali lipat dari rencana awal, yakni menjadi lebih dari 18.000 pekerja."Selain berdampak pada pemberian nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja, investasi BYD ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia dalam mencapai target pengurangan emisi karbon pada 2060," kata Rosan dalam keterangan resminya.Seiring peningkatan nilai investasi tersebut, BYD akan menaikkan kapasitas produksinya di Indonesia, serta membuka peluang dengan menggunakan pabrik ini sebagai fasilitas pengembangan baterai dan kendaraan plug-in hybrid (PHEV)."Penambahan kapasitas ini diharapkan akan berkontribusi aktif dalam memenuhi beragam kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas potensi ekspor kendaraan listrik, mendukung potensi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur kendaraan elektrifikasi di kawasan Asia Tenggara," kata General Manager BYD Asia Pasifik Liu Xueliang dalam keterangan resminya.Selain itu, pembangunan pabrik tersebut akan dipercepat menjadi kuartal keempat 2025 guna merespons permintaan kendaraan listrik yang terus berkembang, yang mencerminkan besarnya potensi pasar Indonesia.Sebagai bentuk dukungan realisasi investasi itu, pemerintah Indonesia akan mempercepat penyediaan infrastruktur dasar di sekitar kawasan tersebut, termasuk membangun jalan tol dan akses ke pelabuhan. Pemerintah juga akan mempercepat penerbitan izin dan memberikan sejumlah insentif.BYD telah menjadi salah satu pemain kunci di pasar kendaraan listrik Indonesia. Perusahaan ini telah menjual lebih dari 13.800 unit meski belum genap setahun masuk ke pasar domestik. BYD Indonesia optimistis penjualan mereka bisa mencapai target 16.000 unit hingga akhir tahun ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Dari Kereta Cepat Jakarta-Bandung hingga AI, ini alasan citra China menguat di dunia
Indonesia
•
07 Aug 2026

Daerah penghasil batu bara utama China catat lonjakan produksi pada 2021
Indonesia
•
07 Jan 2022

Pakar peringatkan krisis biaya hidup berlanjut meskipun inflasi turun
Indonesia
•
20 Jan 2023

Kontribusi ‘Dua Negara, Taman Kembar’ dorong kerja sama China-ASEAN
Indonesia
•
25 Sep 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
