
Pacuan kuda tradisional Gayo kembali digelar, jadi simbol solidaritas pascabanjir

Foto yang diabadikan pada 14 Juni 2026 ini menunjukkan para joki remaja memacu kuda mereka dalam ajang pacuan kuda tradisional Gayo di Arena Pacuan Kuda Belang Bebangka, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia. (Xinhua/Fachrul Reza)
Aceh (Xinhua/Indonesia Window) – Pacuan kuda tradisional di Dataran Tinggi Gayo merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda dan hingga kini masih dilestarikan oleh masyarakat Gayo.
Ciri khas acara ini adalah para penunggang kuda atau jokinya merupakan remaja berusia antara 10 hingga 15 tahun.

Tahun ini, perlombaan tersebut diselenggarakan sebagai wujud solidaritas dan dukungan bagi masyarakat setempat pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Gayo pada akhir November 2025.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Kematian meningkat di negara-negara Arab
Indonesia
•
15 Sep 2020

Fokus Berita – Korban terus bertambah di Gaza, bahkan saat mereka mencari bantuan
Indonesia
•
02 Aug 2025

Resensi Buku: Ketika Bocah Berfilsuf (Catatan menjadi pengeja sebuah buku)
Indonesia
•
16 Oct 2022

50 tahun lalu Muhammad Ali tunaikan haji
Indonesia
•
24 Jun 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
