
Pasangan panda raksasa pulang ke China dari Inggris

Panda raksasa China Tian Tian menikmati es lilinnya di Kebun Binatang Edinburgh di Skotlandia, Inggris, pada 11 Agustus 2016. (Xinhua/Royal Zoological Society of Scotland (RZSS)/Katie Paton)
Panda raksasa Yang Guang dan Tian Tian tiba di Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 5 Desember pagi waktu setempat, setelah menyelesaikan masa tinggal mereka di Inggris.
Chengdu, China (Xinhua) – Panda raksasa Yang Guang dan Tian Tian tiba di Provinsi Sichuan, China barat daya, pada Selasa (5/12) pagi waktu setempat, setelah menyelesaikan masa tinggal mereka di Inggris.Sepasang panda tersebut mendarat di Bandar udara Internasional Shuangliu Chengdu sekitar pukul 06.50 waktu setempat, sebelum dikirim ke Basis Panda Raksasa Bifengxia di Ya'an untuk menjalani karantina selama sebulan.Yang Guang dan Tian Tian, yang secara harfiah berarti sinar mentari dan kekasih hati, tiba di Kebun Binatang Edinburgh pada Desember 2011 dengan masa pinjam 10 tahun, yang kemudian diperpanjang untuk dua tahun berikutnya. Sebagai satu-satunya panda di Inggris, mereka mendapat perhatian yang sangat besar, menarik begitu banyak pengunjung ke kebun binatang tersebut.Mereka tidak melahirkan satu pun anak selama tinggal di Inggris. Ada beberapa upaya untuk membuat Tian Tian hamil tetapi tidak satu pun yang berhasil.Sebelum keberangkatan mereka, Kebun Binatang Edinburgh mengadakan sesi pelatihan agar pasangan panda itu bisa melakukan penyesuaian dengan perjalanan yang akan datang. Pihak kebun binatang juga telah menyiapkan bambu segar untuk kedua panda sebagai makanan selama penerbangan.Menurut Administrasi Kehutanan dan Padang Rumput Nasional China, panda-panda China yang tinggal di 23 institusi di 19 negara asing secara umum berada dalam kondisi kesehatan yang baik, dan kolaborasi internasional dalam hal ini telah membuahkan hasil.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sedikitnya 10 warga Palestina tewas dalam penembakan Israel di Jalur Gaza tengah
Indonesia
•
25 Sep 2024

Prancis catat neraca populasi alami negatif pertama sejak Perang Dunia II
Indonesia
•
14 Jan 2026

9 fakta penting cacar monyet menurut WHO
Indonesia
•
24 May 2022

AS kekurangan data ras dan etnis untuk lacak rasisme sistemik
Indonesia
•
11 Oct 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
