
Perubahan iklim sebabkan kerugian panen gandum bagi petani Gaza

Seorang petani Palestina memanen gandum di sebuah ladang di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 3 Juni 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Panen gandum di Gaza secara tahunan mencatatkan penurunan sebesar 1.000 ton dari hasil panen tahun lalu yang tercatat di angka 5.000 ton akibat musim dingin yang tertunda dan curah hujan yang tidak teratur.
Gaza, Palestina(Xinhua) – Para petani lokal di wilayah kantong pesisir Palestina mengeluh mengalami kesulitan dalam memanen gandum yang sangat dibutuhkan, yang merupakan makanan pokok bagi 2,3 juta warga Gaza, karena perubahan iklim telah berdampak parah pada tanaman gandum mereka.Panen gandum tahunan mencatatkan penurunan sebesar 1.000 ton dari hasil panen tahun lalu yang tercatat di angka 5.000 ton akibat musim dingin yang tertunda dan curah hujan yang tidak teratur, demikian menurut Mohammed Odeh, seorang pejabat senior di Kementerian Pertanian di bawah Hamas di Gaza.Mohammed Qudaih, pemilik ladang gandum seluas 20 dunam (20.000 meter persegi), mengatakan kepada Xinhua bahwa "dulu, kami biasa menanam sekitar 200 hingga 400 dunam gandum (200.000 hingga 400.000 meter persegi), tetapi sekarang, kami hanya dapat menanam 10 hingga 20 dunam gandum di ladang kami karena perubahan iklim."Musim panas yang berdurasi lebih lama dengan panas yang ekstrem dan musim dingin yang tertunda menyebabkan lenyapnya musim semi, sehingga menyebabkan banyak tanaman mati di Jalur Gaza, termasuk gandum, jelas Qudaih."Jadi, kami hanya dapat memperoleh sekitar 25 persen dari panen gandum kami selama musim tahunannya," ujar sang petani, seraya menyebutkan bahwa dia hanya dapat memanen sekitar 1 ton gandum sejauh ini, yang membuatnya mengalami kerugian sekitar 20.000 dolar AS tahun ini."Kondisi semacam ini memaksa sebagian besar petani untuk berhenti bekerja di sektor pertanian," tekannya. Dia menambahkan bahwa hanya 30 dari 180 pekerjanya yang tersisa untuk melakukan pemanenan tahun ini.
Sejumlah petani Palestina memanen gandum di sebuah ladang di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 3 Juni 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Maroko bantu ratusan migran Afrika yang kesulitan naik kapal
Indonesia
•
16 Nov 2021

Kemenag RI apresiasi rumah singgah janda dhuafa oleh lembaga amil zakat SIP
Indonesia
•
21 May 2026


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
