
Otoritas Australia sebut parasetamol aman bagi ibu hamil, meski diklaim AS picu autisme pada bayi

Ilustrasi. (Christine Sandu on Unsplash)
Parasetamol diklasifikasikan sebagai kehamilan Kategori A di Australia, yang berarti obat ini dianggap aman untuk dikonsumsi selama kehamilan.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Otoritas Australia pada Selasa (23/9) menyatakan bahwa obat pereda nyeri parasetamol aman untuk dikonsumsi wanita hamil, sebagai tanggapan atas klaim pemerintah Amerika Serikat (AS) bahwa obat tersebut berkaitan dengan perkembangan autisme, demikian dilansir Australian Broadcasting Corporation (ABC).Therapeutic Goods Administration (TGA), sebagai otoritas pengawas obat-obatan dan produk terapeutik di Australia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa saat ini tidak ada investigasi keamanan yang sedang berlangsung untuk parasetamol dan autisme, atau parasetamol dan gangguan perkembangan saraf secara lebih luas.TGA mengatakan bahwa parasetamol diklasifikasikan sebagai kehamilan Kategori A di Australia, yang berarti obat ini dianggap aman untuk dikonsumsi selama kehamilan."Penggunaan obat selama masa kehamilan bergantung pada evaluasi klinis, ilmiah, dan toksikologis pada saat pendaftaran obat di Australia," kata TGA.Presiden AS Donald Trump pada Senin (22/9) mengeklaim bahwa parasetamol, yang juga dikenal sebagai acetaminophen dan umumnya bermerek Tylenol di AS, meningkatkan risiko autisme pada bayi saat dikonsumsi oleh wanita hamil.Menanggapi klaim tersebut, Australian Medical Association (AMA) menyarankan warga Australia untuk meminta saran medis dari dokter dan petugas kesehatan."Tentu saja, seperti layaknya semua obat, kita mencoba untuk mengonsumsi sesedikit mungkin saat hamil, tetapi jelas untuk nyeri dan demam pada kehamilan. Saran yang dianjurkan di Australia adalah parasetamol masih merupakan pilihan yang wajar dan aman untuk digunakan oleh ibu hamil," kata Presiden AMA Danielle McMullen sebagaimana dikutip oleh ABC.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait


Berita Terbaru

Humaniora
Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Humaniora
Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Humaniora
Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Humaniora
Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026




