
The Hill: Ketua The Fed patut disalahkan atas resesi

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Jerome Powell menghadiri konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat, pada 22 Maret 2023. (Xinhua/Liu Jie)
Partai Demokrat Amerika Serikat khawatir resesi dapat merugikan mereka dalam pemilihan 2024, dan membutuhkan kambing hitam yang jatuh pada Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
New York City, AS (Xinhua) – Pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang dikuasai kubu Demokrat dengan sembrono menghabiskan terlalu banyak anggaran, mengabaikan ekonomi overheating, sementara pengawas bank lalai mencegah timbulnya masalah bahkan ketika muncul tanda-tanda peringatan, dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentu bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab dalam membawa negara ini ke jurang resesi, lapor surat kabar The Hill pada Senin (27/3).Meski demikian, Senator Elizabeth Warren berniat menggulingkan Powell. Pekan lalu, dia menyerangnya lewat sebuah komentar dalam sebuah sesi wawancara di program ‘Meet the Press’ NBC. "Pandangan saya tentang Jay Powell sudah diketahui secara luas saat ini. Dia memiliki pekerjaan rangkap. Satu berurusan dengan kebijakan moneter. Satu lagi berurusan dengan regulasi. Dia telah gagal di keduanya," ucap Warren seperti dikutip dalam laporan tersebut."Powell berada di kursi kemudi dan di bawah pengawasan yang lebih ketat. Partai Demokrat Amerika Serikat, yang khawatir resesi dapat merugikan mereka dalam pemilihan 2024, membutuhkan kambing hitam. Namun, bukan hanya Demokrat yang mengkritik tindakan Powell," tulis laporan itu."Powell telah membiarkan dirinya masuk ke dalam masalah. Selama beberapa bulan dia telah berusaha meyakinkan Wall Street bahwa dia bersungguh-sungguh dan akan mengupayakan penurunan inflasi lewat kebijakan menaikkan suku bunganya apa pun yang terjadi. Namun, selama berbulan-bulan itu juga, Wall Street mengabaikannya," lanjut laporan itu."Powell sudah tepat dalam mencoba menghentikan inflasi, namun dia patut disalahkan karena membawa kita ke jurang resesi," kata laporan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sri Lanka dan IMF capai kesepakatan tingkat staf untuk pinjaman senilai 2,9 miliar dolar AS
Indonesia
•
03 Sep 2022

Pejabat: Sanksi baru AS terhadap Rusia langgar aturan main ekonomi
Indonesia
•
29 Jun 2022

The Fed naikkan suku bunga, kali pertama di 2023
Indonesia
•
02 Feb 2023

Harga pangan dunia turun, terbantu dimulainya kembali ekspor biji-bijian Ukraina
Indonesia
•
06 Aug 2022


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
