
Pasar minyak mentah masih bergejolak, OPEC dan sekutunya waspada

Seorang pekerja dari Petroleos de Venezuela mengoperasikan mesin di depan kapal tanker minyak Fortune, yang berlabuh di Kilang El Palito, Negara Bagian Carabobo, Venezuela, pada 25 Mei 2020. (Xinhua/Marcos Salgado)
Pasar minyak mentah masih bergejolak, dipicu oleh berbagai peristiwa geopolitik baru-baru ini di Eropa dan bagian lain di dunia, menyebabkan “pembatasan” yang “sangat berbahaya bagi produsen maupun konsumen”.
Caracas, Venezuela (Xinhua) – Dalam kunjungannya ke Venezuela, Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) Haitham Al-Ghais pada Rabu (14/9) mengatakan bahwa blok tersebut dan para sekutunya tetap "waspada" terhadap kemungkinan perubahan di pasar minyak dan gas global.Pertemuan Tingkat Menteri OPEC dan non-OPEC "siap digelar sesegera mungkin guna menyepakati setiap perubahan dalam kondisi pasar, jika diperlukan," ujar Al-Ghais.Al-Ghais pada Rabu (14/9) berpartisipasi dalam sebuah upacara resmi yang menandai peringatan OPEC ke-62, bersama dengan Menteri Perminyakan Venezuela Tareck El Aissami dan tokoh-tokoh pemerintah Venezuela lainnya.Ada tanda-tanda yang mengundang "optimisme" di pasar, katanya, seperti proyeksi OPEC bahwa ekonomi global akan tumbuh 3,1 persen pada 2022.Berbagai peristiwa geopolitik baru-baru ini di Eropa dan bagian lain di dunia menyebabkan "pembatasan" yang "sangat berbahaya bagi produsen maupun konsumen," kata kepala OPEC itu.Menurut perkiraan organisasi tersebut, permintaan minyak global akan mencatat "peningkatan 13 juta barel per hari hingga mencapai 110 juta barel per hari pada 2045," ujar Al-Ghais.Oleh karena itu, katanya, Venezuela akan memainkan "peran kunci" dalam masa depan energi global, mengingat negara tersebut memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, yang diperkirakan mencapai sekitar 300 miliar barel.El Aissami dari Venezuela berterima kasih kepada Al-Ghais atas kunjungannya dan menegaskan kembali "semua komitmen dan upaya yang diperlukan" dari pihak Venezuela untuk terus mendukung tujuan strategis OPEC.Bahkan dalam kondisi sulit yang dipicu oleh pandemi virus corona baru, OPEC dan mitra-mitranya telah menjadi penjamin "stabilitas ekonomi" serta stabilitas pasar minyak mentah, ujar El Aissami.Produksi minyak Venezuela
Produksi minyak Venezuela naik pada Agustus sebesar antara 6.000 hingga 94.000 barel per hari (bph), kata OPEC dalam laporan bulanan yang dirilis pada Selasa (13/9).Venezuela memproduksi 723.000 bph selama sebulan, 94.000 bph lebih banyak dari yang dilaporkan negara itu pada Juli, menurut sumber langsung OPEC.Sumber-sumber sekunder mencatat output Venezuela pada Agustus di angka 678.000 barel minyak mentah per hari, atau 6.000 lebih banyak dibanding output pada Juli, yaitu 672.000 bph.
Para pekerja sektor minyak Venezuela dan pendukung pemerintah memegang spanduk Petroleum Venezuela (PDVSA) dalam pawai untuk memperingati Hari Buruh Internasional di Caracas, ibu kota Venezuela, pada 1 Mei 2017. (Xinhua/AVN/Gregorio Teran)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China tingkatkan dukungan untuk UKM inovatif guna percepat kemajuan teknologi
Indonesia
•
26 Jul 2024

Industri kelautan China catat pemulihan yang kuat pada H1 2023
Indonesia
•
05 Aug 2023

Zimbabwe jual lebih dari 200 juta kg daun tembakau selama musim pemasaran 2022
Indonesia
•
22 Aug 2022

Indonesia kurangi impor LPG untuk keamanan energi
Indonesia
•
15 Sep 2020


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
