
Jumlah warga AS yang miliki lebih dari satu pekerjaan terus meningkat

Para karyawan bekerja di sebuah restoran makanan cepat saji di pusat kota Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 15 Desember 2021. (Xinhua)
Pasar tenaga kerja di Amerika Serikat terus melambat secara substansial dalam beberapa bulan ke depan, dengan jumlah orang yang memiliki lebih dari satu pekerjaan mungkin akan tetap tinggi.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Persentase warga Amerika Serikat (AS) yang memiliki lebih dari satu pekerjaan naik menjadi 5,3 persen pada Juli dari semula 5,2 persen pada Juni. Ini menandai peningkatan yang signifikan dari titik terendah 4 persen yang tercatat pada April 2020 saat pandemik melanda, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS). Selama periode 2010 hingga 2019, rata-rata persentase untuk kategori ini berada di angka 4,94 persen.The Wall Street Journal pada Jumat (30/8) melansir bahwa tren ini terjadi karena "pertumbuhan lapangan kerja yang melambat tajam pada Juli, dan tingkat pengangguran nasional naik ke level tertinggi sejak 2021.""Meningkatnya jumlah orang yang memiliki lebih dari satu pekerjaan mencerminkan kondisi ekonomi yang kompleks. Meskipun pasar kerja terus berkembang, hal ini disertai dengan kenaikan harga untuk berbagai jenis barang dan jasa, serta kebutuhan pokok seperti sewa dan asuransi," papar surat kabar itu."Salah satu kemungkinan adalah masyarakat kekurangan uang tunai, sehingga mereka membutuhkan jam kerja tambahan dan satu-satunya cara untuk mendapatkan jam kerja tambahan adalah dengan melakoni pekerjaan jangka pendek," ujar Christopher Taber, ketua jurusan ekonomi di Universitas Wisconsin, Madison. "Kemungkinan lainnya adalah memang saat ini lebih mudah untuk memiliki dua pekerjaan sekaligus dibandingkan sebelumnya."Munculnya tren gig economy telah memudahkan orang untuk mencari pekerjaan sampingan seperti menjadi sopir untuk perusahaan berbagi tumpangan atau kurir pengantar makanan, kata Taber. Berkembangnya jenis pekerjaan yang dapat dilakukan dari rumah juga memudahkan sebagian orang untuk memiliki dua pekerjaan sekaligus tanpa harus sering melakukan perjalanan ke tempat kerja.Bahkan sekalipun pasar tenaga kerja terus melambat secara substansial dalam beberapa bulan ke depan, jumlah orang yang memiliki lebih dari satu pekerjaan mungkin akan tetap tinggi, imbuhnya. "Fakta bahwa jumlah orang yang memiliki lebih dari satu pekerjaan masih naik sementara semua indikator lain tentang kepemilikan pekerjaan menurun menunjukkan bahwa kemungkinan kenaikan tersebut lebih berkaitan dengan tren jangka panjang bekerja dari rumah."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Industri otomotif Jerman pangkas 51.000 lebih pekerjaan akibat tarif AS dan permintaan lesu
Indonesia
•
27 Aug 2025

China targetkan produksi biji-bijian 700 miliar kilogram pada 2025
Indonesia
•
14 Jan 2022

ADB setujui pinjaman senilai 300 juta dolar AS untuk Bangladesh
Indonesia
•
14 Jul 2023

Wuling perkenalkan Cloud EV, mobil listrik ketiganya di Indonesia
Indonesia
•
16 Feb 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
