
Kamboja temukan lebih dari 100 potongan patung Buddha di kuil di taman Angkor

Foto tak bertanggal ini menunjukkan potongan-potongan patung Buddha yang ditemukan di Kuil Ta Prohm di Provinsi Siem Reap, Kamboja. (Xinhua/Otoritas Nasional Apsara)
Patung-patung Buddha yang ditemukan di Kuil Ta Prohm di taman arkeologi Angkor, Kamboja barat laut, antara lain terdiri dari patung Buddha yang dilindungi oleh seekor naga, patung Buddha dengan posisi bersila, dan patung Buddha dengan kepala dan tangan yang rusak.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Tim arkeolog berhasil menemukan lebih dari 100 potongan patung-patung Buddha dari batu pasir dalam sebuah penggalian di Kuil Ta Prohm di taman arkeologi Angkor, Kamboja barat laut, seperti diungkapkan Otoritas Nasional Apsara (Apsara National Authority/ANA) dalam sebuah siaran pers pada Selasa (30/4).ANA merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab untuk mengelola, menjaga, dan melestarikan taman arkeologi Angkor, situs warisan dunia yang terdaftar di UNESCO, yang terletak di Provinsi Siem Reap.
Foto tak bertanggal ini menunjukkan para arkeolog sedang mengekskavasi potongan-potongan patung Buddha yang ditemukan di Kuil Ta Prohm di Provinsi Siem Reap, Kamboja. (Xinhua/Otoritas Nasional Apsara)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump umumkan proyek pertahanan rudal "Golden Dome" senilai 175 miliar dolar AS
Indonesia
•
23 May 2025

Ilmuwan buktikan bakteri dapat mengurai bioplastik di Kutub Utara
Indonesia
•
20 Nov 2020

Pameran teknologi Jerman soroti keberlanjutan pada elektronik konsumen
Indonesia
•
06 Sep 2023

China bangun teleskop radio baru untuk dukung misi Bulan dan antariksa dalam
Indonesia
•
03 Oct 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
