
PBB: 1.500 warga Palestina terusir akibat pembongkaran Israel di Tepi Barat

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh para pemukim Israel di Masjid Nur al-Din Zanki di Kota Nablus, Tepi Barat, pada 1 September 2026. (Xinhua/Nidal Eshtayeh)
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Hampir 60 warga Palestina, termasuk sekitar 30 anak-anak, terpaksa mengungsi setelah pihak berwenang Israel merobohkan rumah-rumah dan bangunan lain di area Masafer Yatta, Tepi Barat bagian selatan, demikian disampaikan badan kemanusiaan PBB pada Kamis (10/9).
Pembongkaran tersebut berlangsung pada Selasa (8/9) di dua komunitas penggembala Palestina, dan mencakup 20 rumah serta fasilitas lainnya, seperti tangki air dan panel surya. Pembongkaran ini terjadi menyusul pembongkaran terhadap sebuah komunitas di dekatnya pada 2 September lalu, ungkap Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).
Sebanyak 30 orang lainnya yang tinggal secara musiman di area tersebut juga terdampak. Banyak dari bangunan yang hancur dibangun dengan dukungan donor, kata OCHA dalam laporan terbarunya.
Masafer Yatta dihuni sekitar 1.200 warga Palestina yang tersebar di 13 komunitas di Pegunungan Hebron. Pihak berwenang Israel telah menetapkan area tersebut sebagai "zona tembak", sementara kelompok-kelompok kemanusiaan melaporkan peningkatan kekerasan yang dilakukan para pemukim sejak didirikannya pos-pos permukiman di sekitar area tersebut.
PBB dan mitra-mitra kemanusiaannya mengunjungi Masafer Yatta pada Rabu (9/9) dan memberikan tempat tinggal darurat, makanan, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, serta dukungan psikososial kepada para pengungsi.
OCHA mengatakan sebanyak 1.500 warga Palestina telah mengungsi di seluruh Tepi Barat pada tahun ini akibat pembongkaran yang dilakukan Israel, sementara lebih dari 2.600 orang lainnya terpaksa mengungsi akibat kekerasan yang dilakukan pemukim serta pembatasan akses terkait.
Di Gaza, badan-badan PBB dan mitra-mitra kemanusiaan sedang mengupayakan bantuan darurat bagi 30 keluarga yang tempat tinggalnya hancur atau rusak akibat serangan udara di area Al Bureij di Deir al-Balah pada Selasa.
Selama pekan pertama September, badan-badan bantuan kemanusiaan telah memberikan bantuan kepada lebih dari 100 rumah tangga yang terdampak oleh 18 insiden di seluruh Gaza, termasuk insiden serangan udara, runtuhnya bangunan, dan kebakaran rumah.
Perlengkapan tempat tinggal juga dibagikan kepada lebih dari 1.800 rumah tangga, termasuk tenda, terpal plastik, perlengkapan tidur, lampu tenaga surya, dan lampu sorot, demikian disampaikan oleh OCHA.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

AS desak warganya tinggalkan Rusia untuk hindari wajib militer
Indonesia
•
29 Sep 2022

Edward Snowden resmi jadi warga negara Rusia
Indonesia
•
27 Sep 2022

AP, CNN simpulkan militer Israel sangat mungkin bunuh jurnalis Palestina
Indonesia
•
25 May 2022

Presiden AS ringankan hukuman bagi 37 terpidana mati
Indonesia
•
26 Dec 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
