
Feature – ‘Drone’ Israel teror warga pedesaan di Lebanon Selatan

Foto menunjukkan sebuah mobil yang ringsek akibat serangan 'drone' Israel di Khaldeh, Lebanon, pada 3 Juli 2025. (Xinhua/Ali Hashisho)
Drone-drone Israel melanggar perjanjian gencatan senjata dengan Hizbullah yang dicapai pada November 2024, dan melanggar Resolusi PBB 1701.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Kicauan burung di pagi hari yang biasa terdengar di desa-desa di Lebanon selatan kini mulai tenggelam, tertutup oleh dengungan drone Israel yang berisik dan tak henti-hentinya menggema di udara.Di Mays El Jabal, Hassan Nasser, seorang warga yang sudah lama menetap di daerah itu, berdiri di balkon rumahnya yang berdinding batu, sambil menatap ladang tembakau yang membentang di sekitar rumahnya. Sementara itu, bayangan sebuah drone melayang di atas kepalanya. "Kami terbangun karena suara drone. Rasanya langit bukan lagi milik kami," ujarnya kepada Xinhua, seraya mendongak mencari sumber suara tersebut."Anak-anak saya khususnya menjadi sangat terdampak. Saat drone terbang rendah di atas rumah kami, rasanya seperti kami sedang disorot," ujarnya.Dari jalan setapak Houla yang dinaungi pohon ara hingga ladang gandum Majidiyeh, dengungan mekanis suara drone telah mengubah ritme harian warga. Para petani menggarap ladang dengan leher menjulur ke atas. Anak-anak berhenti bermain lantaran dengungan yang terdengar kian keras. Bahkan, kumandang azan dari masjid-masjid desa pun tenggelam oleh suara drone.Beberapa drone menyiarkan pesan audio melalui pengeras suara, mendesak warga agar tidak menghalangi atap atau membiarkan jendela terbuka. Drone lain menyebarkan selebaran yang berisi peringatan atau kritik terhadap Hizbullah.Sumber-sumber keamanan Lebanon melaporkan peningkatan lebih dari 40 persen dalam penerbangan drone Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon sejak Januari. Beberapa drone bahkan mencapai ibu kota Lebanon, Beirut, jauh melampaui zona perbatasan rawan konflik.Drone-drone tersebut melanggar perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang dicapai pada November 2024, dan melanggar Resolusi PBB 1701. Namun, bagi warga desa yang terdampak, pelanggaran ini merupakan gangguan yang lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari ketimbang gangguan diplomatik.
Seorang pria terlihat berdiri di dekat puing-puing bangunan pascaserangan Israel di Tyre, Lebanon, pada 23 Maret 2025. (Xinhua/Ali Hashisho)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Serangan 'drone' Israel tewaskan 2 anggota Hizbullah di Lebanon selatan
Indonesia
•
22 Jan 2024

Produksi pistachio 'emas merah' Suriah terkendala sanksi AS
Indonesia
•
26 Aug 2022

China terbitkan dokumen mengenai posisinya dalam konflik Palestina-Israel
Indonesia
•
30 Nov 2023

Hamas dan Jihad Islam Palestina sebut perundingan damai harus jamin penarikan tentara Israel
Indonesia
•
14 Jul 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
