
China luncurkan pedoman diagnosis dan pengobatan multidisipliner pertama untuk obesitas

Foto yang diabadikan dengan ponsel ini menunjukkan area kebugaran di Taman Dadukou di Distrik Dadukou, Chongqing, China barat daya, pada 5 Maret 2024. (Xinhua/Yang Shiyan)
Pedoman diagnosis dan pengobatan multidisipliner untuk obesitas di China diluncurkan, dengan seksi pengobatannya mencakup metode intervensi berbasis perilaku, psikologis, dan olahraga; terapi nutrisi medis; perawatan dengan obat-obatan; bedah metabolik dan penurunan berat badan; serta pendekatan dari pengobatan tradisional.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China pada Kamis (17/10) meluncurkan pedoman diagnosis dan pengobatan multidisipliner pertamanya untuk obesitas.Menekankan pada pendekatan berbasis tim multidisipliner, pedoman itu dirilis untuk menstandardisasi diagnosis dan pengobatan kondisi tersebut serta memastikan kualitas dan keamanan perawatan medis, kata Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) China, yang memimpin perumusan dokumen tersebut.Pedoman itu membahas standar diagnosis, klasifikasi, dan stadium obesitas. Seksi pengobatannya mencakup metode intervensi berbasis perilaku, psikologis, dan olahraga; terapi nutrisi medis; perawatan dengan obat-obatan; bedah metabolik dan penurunan berat badan; serta pendekatan dari pengobatan tradisional.Menurut pedoman tersebut, lima obat telah disetujui di China untuk tindakan penurunan berat badan pada orang dewasa dengan obesitas primer. Sementara itu, belum ada obat yang telah disetujui untuk pengobatan obesitas genetik di China.Negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu sedang memerangi obesitas, yang sebagian besar merupakan ‘beban manis’ dari kemakmuran. Lebih dari separuh orang dewasa di negara itu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dan angkanya bisa mencapai 65,3 persen per 2030 mendatang, menurut laporan dari NHC pada 2020.China berjuang selama berabad-abad untuk memenuhi kebutuhan pangan populasinya yang sangat besar. Kekurangan gizi merupakan masalah serius bagi banyak keluarga sebelum reformasi dan keterbukaan dimulai pada akhir 1970-an. Obesitas muncul sebagai konsekuensi yang tidak diinginkan dari peningkatan standar hidup di negara itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Pertama lahir di Indonesia, Taman Safari kenalkan bayi panda raksasa ke publik
Indonesia
•
08 Jan 2026

Feature – Pudarnya ‘emas merah’ Gaza akibat konflik yang merusak panen kurma
Indonesia
•
29 Sep 2024

Jerman akan larang penjualan gas tertawa kepada warga berusia di bawah 18 tahun
Indonesia
•
21 Dec 2025

UNDP peringatkan risiko banjir di kawasan pesisir meningkat 4 kali lipat pada 2100
Indonesia
•
29 Nov 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
