
Pakistan akan kembangkan lima koridor ekonomi di bawah China-Pakistan Economic Corridor

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 2 Februari 2024 ini memperlihatkan Kereta Metro Jalur Oranye (Orange Line Metro Train/OLMT) melaju di atas rel di Lahore, Pakistan. (Xinhua/Ahmad Kamal)
Pelabuhan Gwadar, sebuah proyek penting di bawah Koridor Ekonomi China-Pakistan (China-Pakistan Economic Corridor/CPEC) yang terletak di Provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, akan menjadi pintu gerbang maritim utama yang menghubungkan Pakistan dengan seluruh dunia.
Islamabad, Pakistan (Xinhua) – Pakistan menyiapkan upaya untuk mengembangkan lima koridor ekonomi di bawah Koridor Ekonomi China-Pakistan (China-Pakistan Economic Corridor/CPEC) untuk pertumbuhan nasional, kata Menteri Perencanaan, Pembangunan, dan Inisiatif Khusus Pakistan Ahsan Iqbal pada Rabu (13/3).Inisiatif ini mencakup koridor ekonomi penciptaan lapangan kerja, inovasi, energi hijau, dan pembangunan regional yang inklusif, ujar sang menteri saat memimpin rapat peninjauan terkait proyek-proyek CPEC.Setelah berhasil menyelesaikan fase pertama CPEC, Iqbal mengatakan bahwa para pemangku kepentingan perlu segera berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait untuk dengan cepat mengimplementasikan proyek-proyek di bawah fase kedua CPEC, seraya menyoroti bahwa tidak akan ada hambatan lebih lanjut dalam implementasi perjanjian CPEC.Dalam pertemuan tersebut, sang menteri menekankan pentingnya Pelabuhan Gwadar, sebuah proyek penting di bawah CPEC yang terletak di Provinsi Balochistan, Pakistan barat daya, yang akan menjadi pintu gerbang maritim utama yang menghubungkan Pakistan dengan seluruh dunia."Pembangunan Pelabuhan Gwadar dan zona bebas yang berkaitan dengannya diharapkan dapat menarik investasi asing, menstimulasi kegiatan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja di wilayah tersebut," katanya.Berbicara mengenai peningkatan ekspor, Iqbal meminta para pemangku kepentingan untuk menyusun strategi guna meningkatkan ekspor Pakistan di pasar China."Penelitian harus segera dilakukan dengan bantuan para ahli untuk menentukan sektor-sektor mana saja yang dapat dipromosikan produk ekspornya ke China oleh Pakistan," ujar sang menteri.
Foto yang diabadikan pada 28 Februari 2024 ini memperlihatkan salah satu bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Suki Kinari yang dibangun China di Distrik Mansehra, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. (Xinhua/Perusahaan Investasi Luar Negeri China Gezhouba Group)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China ambil langkah untuk permudah layanan pembayaran bagi warga asing
Indonesia
•
01 Mar 2024

Indonesia kuasai pasar nilam dunia, BRIN tekankan produksi berkelanjutan
Indonesia
•
01 Sep 2025

Perluas pusat data, Google beli lahan senilai 27 juta euro di Finlandia
Indonesia
•
29 Nov 2024

Mobil listrik baru Neta bakal berkontribusi kurangi emisi karbon di Indonesia
Indonesia
•
29 Sep 2024


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
