
Hampir separuh pengguna internet di Australia jadi korban kejahatan siber

Ilustrasi. (Glenn Carstens-Peters on Unsplash)
Pelecehan dan intimidasi daring merupakan bentuk kejahatan siber yang paling umum terjadi di Australia, dialami oleh 26,8 persen responden survei dalam 12 bulan terakhir, diikuti oleh kejahatan identitas, perangkat lunak berbahaya (malware), serta penggelapan dan penipuan.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Hampir separuh dari total pengguna internet di Australia menjadi korban kejahatan siber dalam 12 bulan terakhir, menurut laporan pemerintah yang diterbitkan pada Kamis (14/8).Laporan yang disusun oleh Australian Institute of Criminology (AIC) berdasarkan survei terhadap lebih dari 10.000 pengguna internet itu menemukan bahwa 47,4 persen responden menyatakan telah menjadi korban kejahatan siber dalam 12 bulan terakhir.Hampir dua pertiga responden, yaitu 63,9 persen, mengaku pernah menjadi korban dalam setidaknya satu kasus kejahatan siber sepanjang hidup mereka.Pelecehan dan intimidasi daring merupakan bentuk kejahatan siber yang paling umum, dialami oleh 26,8 persen responden survei dalam 12 bulan terakhir, diikuti oleh kejahatan identitas, perangkat lunak berbahaya (malware), serta penggelapan dan penipuan.Jenis penggelapan dan penipuan yang paling banyak dilaporkan dalam periode 12 bulan terakhir adalah kasus di mana korban mengirimkan uang atau memberikan informasi sensitif saat mencoba membeli produk atau jasa dari penjual palsu atau penipu secara daring.Dari seluruh responden, 20 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka menjadi korban dalam paling sedikit dua jenis kejahatan siber dalam periode 12 bulan sebelum survei dilakukan.Selain itu, survei tersebut juga menemukan bahwa 50,7 persen warga Australia menggunakan kata sandi yang berbeda untuk akun daring yang aman pada 2024, turun dari 53,2 persen pada 2023.Proporsi warga Australia yang secara rutin memperbarui kata sandi mereka pada akun daring yang aman, menggunakan pengelola kata sandi yang aman, dan mengaktifkan perlindungan kata sandi pada perute (router) juga mengalami penurunan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COP15 dibuka di Zimbabwe, serukan upaya global untuk pelestarian lahan basah
Indonesia
•
27 Jul 2025

Pertanian hidroponik vertikal terbesar di Dubai hasilkan 1 juta kg sayuran per tahun
Indonesia
•
14 Sep 2022

China hentikan impor makanan dari Taiwan karena terkontaminasi COVID
Indonesia
•
24 Jun 2022

Guterres tekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai dan prinsip PBB di dunia
Indonesia
•
25 Oct 2022


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
