Perubahan iklim perparah risiko ganda panas dan kekeringan di lumbung pangan global

Seorang wanita membawa jeriken berkapasitas 20 liter yang berisi air di sebuah kamp pengungsi internal di Baidoa, Negara Bagian Barat Daya, Somalia, pada 26 Januari 2025. (Xinhua/Luqman Yussuf Hassan)
Pemanasan global secara signifikan meningkatkan risiko terdampak cuaca panas dan kekeringan ekstrem secara bersamaan di kawasan-kawasan utama penghasil bijian-bijian.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Pemanasan global secara signifikan meningkatkan risiko terdampak cuaca panas dan kekeringan ekstrem secara bersamaan di kawasan-kawasan utama penghasil bijian-bijian, ungkap sebuah studi yang dipublikasikan pada Selasa (20/5) oleh Universitas Hamburg.Dalam studi itu, tim peneliti menganalisis berbagai simulasi iklim dan menemukan bahwa kenaikan suhu global sebesar 2 derajat Celsius secara signifikan meningkatkan frekuensi peristiwa semacam itu di kawasan-kawasan utama penghasil jagung, dibandingkan kenaikan suhu global sebesar 1,5 derajat Celsius. Di Asia Timur, kemungkinan terjadinya cuaca panas dan kekeringan ekstrem meningkat tiga kali lipat, sementara di Asia Selatan, kemungkinan itu meningkat dua kali lipat.Peristiwa-peristiwa kekeringan dan panas ekstrem juga akan terjadi secara bersamaan. "Di Eropa Tengah, Asia Timur, dan Amerika Utara Bagian Tengah, periode kekeringan dan suhu tinggi akan makin sering terjadi secara bersamaan di masa mendatang," ungkap fisikawan iklim Victoria Dietz, yang merupakan peneliti utama studi tersebut.
Foto yang diabadikan pada 29 Juni 2024 ini menunjukkan sungai yang kering di Desa Mababe, Botswana. (Xinhua/Tshekiso Tebalo)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap olahraga kemungkinan beri manfaat perlindungan jantung lebih tinggi bagi wanita
Indonesia
•
06 Nov 2025

WWF usulkan batasi pelayaran di Arktik demi keselamatan paus
Indonesia
•
21 Feb 2022

Bukti tertua dari kalender Suku Maya ditemukan di Guatemala
Indonesia
•
15 Apr 2022

China luncurkan panduan untuk peta dasar kendaraan pintar
Indonesia
•
10 Mar 2023
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
