
Upacara peringatan digelar untuk kenang pekerja asing yang tewas dalam pembangunan bendungan di Jepang

Upacara peringatan digelar pada 30 Juli 2023 untuk mengenang para pekerja dari berbagai negara yang tewas dalam pembangunan Bendungan Sagami pada masa Perang Dunia II di Pusat Komunitas Danau Sagami di Prefektur Kanagawa, Jepang. (Xinhua/Cheng Jing)
Pembangunan Bendungan Sagami Jepang selama periode 1940-1947 membutuhkan sekitar 3,6 juta pekerja, termasuk hampir 300 warga China yang dibawa secara paksa ke Jepang oleh militer Jepang.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Sebuah upacara peringatan digelar pada Ahad (30/7) di Pusat Komunitas Danau Sagami di Prefektur Kanagawa, Jepang, untuk mengenang para pekerja dari berbagai negara yang tewas dalam pembangunan Bendungan Sagami.Sejumlah perwakilan dari Jepang, China, dan Korea Selatan, serta penduduk lokal di sekitar konstruksi sipil tersebut, berpartisipasi dalam acara peringatan tersebut untuk memberikan penghormatan kepada para pekerja yang kehilangan nyawa mereka selama pembangunan bendungan tersebut.Penderitaan para pekerja paksa tersebut merupakan cerminan pedih dari bencana besar yang menimpa masyarakat negara-negara Asia, termasuk China, akibat militerisme dan agresi Jepang, ujar Guo Xiaohan, counsellor di Kedutaan Besar China untuk Jepang, pada upacara peringatan tersebut."Kita kembali berkumpul di sini bukan untuk melanggengkan kebencian, tetapi untuk mengakui sejarah, memetik pelajaran, dan memberikan peringatan untuk mencegah agar tragedi ini tidak terulang kembali," ujar sang counsellor.
Upacara peringatan digelar pada 30 Juli 2023 untuk mengenang para pekerja dari berbagai negara yang tewas dalam pembangunan Bendungan Sagami pada masa Perang Dunia II di Pusat Komunitas Danau Sagami di Prefektur Kanagawa, Jepang. (Xinhua/Cheng Jing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Korban ranjau di Afghanistan kecam perang, serukan perdamaian
Indonesia
•
04 Dec 2024

PBB: Sedikitnya 17.000 anak hidup tanpa pendamping di Gaza
Indonesia
•
04 Feb 2024

PBB dan mitra kemanusiaannya tingkatkan respons gempa di Afghanistan
Indonesia
•
11 Oct 2023

Badan UE sebut Eropa hadapi kekeringan terburuk dalam 500 tahun
Indonesia
•
24 Aug 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
