
65.000 warga Gaza terbunuh dalam agresi Israel

Sejumlah partisipan mengikuti aksi solidaritas untuk Gaza di Beirut, Lebanon, pada 15 September 2025. (Xinhua/Bilal Jawich)
Warga sipil Palestina pada dasarnya hanya diberi dua pilihan dalam menghadapi agresi Israel: mengungsi atau menghadapi kematian.
Gaza/Istanbul, Palestina/Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan tentara Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah melampaui 65.000 jiwa, demikian menurut laporan otoritas kesehatan di Gaza pada Rabu (17/9).Selama 24 jam terakhir, 98 jenazah dan 385 korban luka-luka dibawa ke rumah sakit di Gaza, kata otoritas tersebut, seraya menambahkan bahwa tujuh pekerja kemanusiaan tewas dan 87 lainnya luka-luka dalam periode yang sama.Jumlah warga Palestina yang tewas sejak dimulainya konflik pada 2023 telah mencapai 65.062 orang, dengan 165.697 lainnya luka-luka, lanjut laporan itu.Empat orang tewas dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan malnutrisi, sehingga jumlah korban tewas akibat kekurangan pangan menjadi 432 orang, termasuk 146 anak-anak, tambah laporan itu.Pembaruan ini dirilis setelah Israel memulai serangan darat di Gaza City pada Selasa (16/9) dini hari waktu setempat dan memaksa ribuan warga Palestina lainnya mengungsi dari Gaza City, pusat kota terbesar di wilayah kantong tersebut. Serangan Israel itu langsung menuai kecaman keras secara global.Dengan angka kematian yang baru ini, Baris Adibelli, seorang akademisi di Universitas Kutahya Dumlupinar Turkiye, mengatakan warga sipil Palestina "pada dasarnya hanya diberi dua pilihan: mengungsi atau menghadapi kematian.""Tindakan Israel di Lebanon, Palestina, perang 12 hari dengan Iran, dan pengaruhnya yang semakin besar di Suriah telah membuat kawasan tersebut menjadi sangat tidak stabil, dan serangan baru ini akan memperburuk ketegangan," kata Baris Doster, seorang akademisi dari Universitas Marmara di Istanbul, memperingatkan bahwa serangan Israel di Gaza City mengancam akan semakin mengganggu stabilitas kawasan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Situs pemakaman era Romawi ditemukan di Jalur Gaza utara
Indonesia
•
13 Dec 2022

PBB suarakan keprihatinan atas kericuhan di pusat distribusi bantuan Gaza pada hari pertama operasi di bawah pengawasan Israel
Indonesia
•
29 May 2025

Pasangan panda raksasa asal China bertolak menuju Spanyol
Indonesia
•
01 May 2024

Kanker paru-paru kini lebih banyak diderita kelompok bukan perokok
Indonesia
•
09 Dec 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
