
Trump gelar pembicaraan langsung dengan Iran di tengah ketegangan nuklir

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (tengah) menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 7 April 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Pembicaraan langsung tingkat tinggi antara AS dan Iran terkait program nuklir Iran terjadi setelah berbulan-bulan meningkatnya tekanan terhadap Iran, termasuk menjatuhkan sanksi yang lebih keras terhadap ekspor minyak dan ancaman aksi militer.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (7/4) mengejutkan banyak pihak dengan mengumumkan pembicaraan langsung tingkat tinggi antara AS dan Iran terkait program nuklir Iran.Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih."Kami sedang melakukan pembicaraan langsung dengan Iran," kata Trump. "Situasinya mulai menjadi sangat berbahaya, dan mudah-mudahan pembicaraan itu akan berhasil."Dia juga mengungkapkan bahwa sebuah "pertemuan besar" yang melibatkan para pejabat "tingkat tinggi" akan digelar pada Sabtu (12/4) akhir pekan ini.Pengumuman Trump ini muncul setelah berbulan-bulan meningkatnya tekanan terhadap Iran, termasuk menjatuhkan sanksi yang lebih keras terhadap ekspor minyak dan ancaman aksi militer, sementara Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menolak pembicaraan langsung dengan AS selama Trump tetap mempertahankan kebijakan "tekanan maksimum" tersebut."Saya rasa semua orang sepakat bahwa melakukan kesepakatan akan lebih baik daripada melakukan hal yang sudah jelas. Dan hal yang sudah jelas itu bukanlah sesuatu yang membuat saya ingin terlibat di dalamnya, atau terus terang saja, yang Israel ingin terlibat di dalamnya, jika mereka dapat menghindarinya," ungkap Trump, berbicara di Ruang Oval bersama Netanyahu."Jadi, kami akan melihat apakah kami bisa menghindarinya. Namun, situasinya menjadi sangat berbahaya, dan mudah-mudahan pembicaraan itu akan berhasil. Dan saya pikir akan sangat menguntungkan bagi Iran jika pembicaraan tersebut berhasil."Pengumuman yang disampaikan pada Senin itu memicu reaksi yang beragam.Netanyahu, yang hadir saat pengumuman itu, menyatakan keraguan tentang pembicaraan tersebut. The Times of Israel mengutip kata-katanya yang menyebutkan, "jika pembicaraan ini dapat menghentikan sepenuhnya (program) nuklir Iran, itu akan menjadi hal yang baik."Sementara itu, Iran masih belum mengonfirmasikan partisipasinya dalam pembicaraan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump perintahkan AS keluar dari 66 organisasi internasional
Indonesia
•
08 Jan 2026

Partisipasi Saudi di Hari Solidaritas tegaskan dukungan untuk Palestina
Indonesia
•
29 Nov 2019

Militer AS masih seliweran di Timur Tengah, Iran sebut AS agresif
Indonesia
•
31 Jan 2026

Menhan Rusia sebut kesiapan tempur nuklir level tertinggi jadi "prioritas utama" Rusia
Indonesia
•
10 Jan 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
