
Bank Dunia alokasikan 354 juta dolar AS untuk kebutuhan mendesak di Sudan

Foto yang diabadikan pada 28 Oktober 2024 ini menunjukkan barang-barang yang berserakan di sebuah jalan di Kota Bahri, sebelah utara Khartoum, Sudan. Organisasi Internasional untuk Migrasi (International Organization for Migration/IOM) pada Selasa (29/10) mengumumkan bahwa lebih dari 14 juta orang telah meninggalkan rumah mereka sejak pecahnya konflik di Sudan, yang masih berlangsung hingga saat ini. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Menteri Keuangan Sudan Jibril Ibrahim mengumumkan bahwa Bank Dunia telah mengalokasikan 354 juta dolar AS untuk mendukung kebutuhan mendesak di Sudan.
Khartoum, Sudan (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Keuangan Sudan Jibril Ibrahim pada Ahad (3/11) mengumumkan bahwa Bank Dunia telah mengalokasikan 354 juta dolar AS untuk mendukung kebutuhan mendesak di Sudan.Ibrahim menyampaikan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers di Port Sudan, ibu kota Negara Bagian Laut Merah di Sudan timur. Dia juga mengatakan bahwa jumlah tersebut telah disepakati dalam sejumlah pertemuan baru-baru ini dengan para pejabat Bank Dunia."Selain 100 juta dolar AS untuk mengimplementasikan proyek-proyek melalui Program Pangan Dunia (WFP), tambahan 30 juta dolar AS telah ditambahkan untuk proyek-proyek yang serupa. Sebanyak 82 juta dolar AS juga dialokasikan untuk bencana kesehatan, 42 juta dolar AS untuk program darurat pendidikan, dan 100 juta dolar AS untuk darurat sosial," terang Ibrahim.Menteri Sudan itu lebih lanjut mengatakan bahwa sejumlah dana sebelumnya telah dialokasikan untuk mendukung kondisi saat ini di Sudan, namun tidak dapat dicairkan karena prosedur yang lambat."Di Bank Dunia, ada dana yang dialokasikan untuk keadaan darurat, dan dana tersebut adalah hibah, bukan pinjaman. Jumlah yang telah kita sebutkan ini adalah dana hibah yang diberikan Bank Dunia kepada negara-negara miskin atau negara-negara yang menderita akibat konflik, kekerasan, atau bencana, dan yang disebut sebagai Negara Rentan," urainya.Sudan dilanda konflik mematikan antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) sejak pertengahan April 2023.Menurut laporan situasi yang dikeluarkan oleh Proyek Data Lokasi dan Peristiwa Konflik Bersenjata pada 14 Oktober, konflik mematikan tersebut telah mengakibatkan lebih dari 24.850 orang tewas.Konflik itu juga menyebabkan lebih dari 14 juta orang mengungsi, baik di dalam maupun keluar Sudan, demikian menurut perkiraan terbaru dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada 29 Oktober.*1 dolar AS = 15.723 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PM baru Prancis paparkan kebijakan tentang prioritas nasional
Indonesia
•
03 Oct 2024

COVID-19 – Vaksin buatan Rusia yang ketiga akan diedarkan
Indonesia
•
27 Jan 2021

Iran desak gelar pertemuan luar biasa OKI terkait krisis kemanusiaan di Gaza
Indonesia
•
10 Aug 2025

COVID-19 – Turki luncurkan vaksin lokal di tengah lonjakan Omicron
Indonesia
•
03 Jan 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
