
Fokus Berita – Gaza hirup udara segar lewat aliran bantuan baru seiring penerapan gencatan senjata, untuk saat ini

Truk-truk yang mengangkut bahan bantuan menunggu untuk memasuki Gaza di perlintasan perbatasan Rafah sisi Mesir pada 19 Januari 2025. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Pembukaan perlintasan Rafah sedikit demi sedikit dapat menghidupkan kembali kehidupan di Gaza, mendorong masyarakat untuk menjalani kembali kehidupan sehari-hari mereka.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Setelah sekian lama Gaza terisolasi, masyarakatnya yang porak poranda kini bisa mendapatkan kembali kebutuhan hidup vital yang sangat mereka butuhkan melalui kedatangan konvoi truk-truk pengangkut bantuan kemanusiaan yang menyeberangi perlintasan Kerem Shalom, yang dikuasai Israel, di Rafah.Bagi 2,2 juta warga di wilayah kantong pesisir tersebut, pasokan itu memberikan secercah harapan untuk menjalani kembali kehidupan yang tampaknya normal di tengah kekacauan yang menyelimuti hidup mereka selama 15 bulan terakhir.Meski rapuh, gencatan senjata yang mulai diberlakukan pada Ahad (19/1) pukul 11.15 waktu setempat (16.15 WIB) tersebut menandai momen yang sangat penting dalam konflik berkepanjangan antara Hamas dan Israel. Dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat, ketentuan-ketentuan dalam kesepakatan itu mewajibkan kedua pihak menghentikan operasi militer, melakukan pertukaran tawanan dan sandera, serta membuka perlintasan Rafah untuk penyaluran bantuan kemanusiaan.Sebagai cahaya perdamaian pertama yang menyinari Gaza, sekitar 555 truk pengangkut bantuan memasuki lanskap yang telah luluh lantak tersebut. Sebagian besar dari truk-truk itu masuk melewati Kerem Shalom, titik perlintasan yang dijaga ketat oleh militer Israel sejak Mei 2024, menghentikan pasokan bantuan untuk memasuki Jalur Gaza dari Mesir.Bagi Mohammed, seorang pegawai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memantau pengiriman bantuan dari organisasinya dan enggan menyebutkan nama lengkapnya, momen saat melihat kedatangan truk-truk itu terasa luar biasa dan mengharukan."Kami merindukan pergerakan semacam itu di perlintasan ini. Saya merasa ingin menangis karena bantuan sebesar itu akan membantu masyarakat saya mendapatkan kebutuhan dasar mereka setiap hari," ujarnya kepada Xinhua, dengan suara yang diliputi rasa haru.Menurut Mohammed, truk-truk bantuan itu mengangkut berbagai pasokan esensial, termasuk makanan, air, obat-obatan, bahan bakar, dan pakaian."UNRWA memiliki 4.000 truk bermuatan bantuan yang siap memasuki Gaza; separuh di antaranya mengangkut makanan dan tepung," urai Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di platform media sosial X. Melalui platform X, Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan badan PBB tersebut "terus bekerja di Gaza meski ada larangan dari Israel terkait pengoperasiannya, yang mulai diberlakukan pada 30 Januari 2025."Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga berjanji mengerahkan rumah sakit keliling dalam dua bulan mendatang untuk menopang sektor kesehatan Gaza yang lumpuh.
rang-orang menerima kebutuhan sehari-hari yang diangkut oleh truk-truk pengangkut bantuan kemanusiaan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 19 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Truk-truk bermuatan bantuan kemanusiaan terlihat di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 19 Januari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Akademisi UC Irvine AS bergabung dalam aksi mogok untuk protes penanganan demonstrasi pro-Palestina
Indonesia
•
09 Jun 2024

Feature – Kerajinan sulaman bantu perempuan pengungsi Suriah pulih dari trauma perang
Indonesia
•
24 Mar 2024

Kisah: Ikatan yang terjalin antara tiga mahasiswa Indonesia dengan China
Indonesia
•
18 Nov 2022

Jordan Stolz cetak rekor olimpiade baru, Ning Zhongyan sabet perunggu di Milan-Cortina 2026
Indonesia
•
13 Feb 2026


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
