
Jurnalis di Gaza desak perlindungan internasional bagi pekerja media

Para jurnalis Palestina menggelar aksi unjuk rasa menentang serangan militer Israel terhadap jurnalis di Gaza City pada 25 Maret 2025. Militer Israel menewaskan dua jurnalis Palestina dalam dua serangan terpisah di Jalur Gaza pada Senin (24/3), ungkap sejumlah sumber Palestina. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Situasi media di Gaza sebagai salah satu yang "paling berbahaya di dunia, mengingat tidak adanya jaminan keamanan, penghancuran institusi pers, serta perampasan alat kerja yang paling mendasar."
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Puluhan jurnalis pada Sabtu (3/5) menggelar aksi unjuk rasa di Khan Younis, Gaza selatan, mendesak komunitas internasional untuk melindungi para pekerja media dari serangan yang dilakukan berulang kali oleh Israel.Aksi unjuk rasa tersebut diselenggarakan oleh Sindikat Jurnalis Palestina (Palestinian Journalists Syndicate) untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia. Para jurnalis itu berkumpul di Kompleks Medis Nasser di kota tersebut dan mengangkat papan bertuliskan ‘Stop Membunuh Jurnalis’.Dalam sebuah pidato saat aksi unjuk rasa itu, Tahseen Al-Astal, wakil ketua sindikat tersebut, menuduh Israel melakukan "kejahatan terhadap jurnalis Palestina dengan secara langsung membunuh dan menghancurkan rumah mereka."
Sebuah kendaraan yang rusak terlihat pascaserangan udara Israel di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 26 Desember 2024. Tentara Israel menewaskan lima jurnalis Palestina pada Kamis (26/12) setelah menyerang kendaraan mereka di kamp pengungsi al-Nuseirat di Gaza tengah, menurut sejumlah sumber Palestina. (Xinhua/Marwan Dawood)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Brasil ejek Leonardo DiCaprio soal cuitan deforestasi Amazon karena kapal pesiar
Indonesia
•
29 Jul 2022

Udara beracun akibat kebakaran hutan Maui di AS pengaruhi kesehatan bertahun-tahun
Indonesia
•
08 Sep 2023

COVID-19 – Analisis ungkap tingkat kematian sangat bervariasi di seluruh AS
Indonesia
•
31 Mar 2023

Mahkamah Agung AS mulai satukan gereja dan negara
Indonesia
•
29 Jun 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
