
Pejabat Thailand: Pemulihan ekonomi China dorong pertumbuhan ekonomi ASEAN

Buah-buahan dari Thailand dikirim ke Provinsi Yunnan, China barat daya, melalui Jalur Kereta China-Laos pada 1 April 2022. (Xinhua/Gao Jiabing)
Pemulihan ekonomi China diperkirakan berdampak positif pada pembangunan ASEAN, karena China telah menjadi mitra dagang terpenting Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.
Bangkok, Thailand (Xinhua) – Pemulihan ekonomi China diperkirakan berdampak positif pada pembangunan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN), dan peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas (Free Trade Area/FTA) China-ASEAN dapat membawa manfaat lebih lanjut untuk kawasan tersebut, kata seorang pejabat senior Thailand.Auramon Supthaweethum, Direktur Jenderal Departemen Perundingan Perdagangan di bawah Kementerian Perdagangan Thailand, mengatakan bahwa China adalah mitra perdagangan penting bagi Thailand dan ASEAN.Thailand sangat mengutamakan negosiasi peningkatan FTA China-ASEAN, yang diharapkan dapat membawa manfaat bagi Thailand dan negara-negara ASEAN, kata Auramon.China telah menjadi mitra perdagangan terpenting Thailand selama lebih dari satu dekade dan juga merupakan mitra dagang terpenting ASEAN, kata pejabat itu.Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra China menciptakan jaringan proyek infrastruktur ASEAN, termasuk jalur kereta China-Laos-Thailand untuk mengakses bahan baku berbiaya rendah dan memperluas peluang bisnis untuk bisnis Thailand di sektor jasa dan pariwisata, kata Auramon.Thailand memprioritaskan kerja sama dengan China dalam sektor e-commerce, katanya, seraya menambahkan bahwa Thailand juga berniat memperluas kerja sama investasinya dengan China, dengan fokus pada Koridor Ekonomi Timur.Putaran pertama konsultasi terkait negosiasi FTA China-ASEAN Versi 3.0 dimulai pada 7 Februari.Pada November 2022, China dan ASEAN bersama-sama mengumumkan peluncuran resmi negosiasi tersebut. Kedua belah pihak sepakat bahwa perundingan akan mencakup sejumlah bidang termasuk perdagangan barang, investasi, ekonomi digital dan ramah lingkungan, sehingga dapat membangun FTA China-ASEAN yang lebih inklusif, modern, komprehensif dan saling menguntungkan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Layanan konsumen China bukukan pemulihan kuat selama liburan Tahun Baru
Indonesia
•
09 Jan 2023

Elon Musk akan berhentikan 10 persen karyawan Tesla karena cemas dengan ekonomi global
Indonesia
•
03 Jun 2022

Konsumsi listrik di China pada semester pertama 2022 capai 4,1 triliun kilowatt/jam
Indonesia
•
04 Aug 2022

Ekonom sebut ancaman tarif Trump bisa picu kenaikan harga dan ganggu perdagangan global
Indonesia
•
30 Nov 2024


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
