
PBB pandang perjanjian Arab Saudi-Iran yang dimediasi China peluang untuk Yaman

Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, berbicara dalam konferensi pers harian di markas besar PBB di New York pada 26 Agustus 2020. (Xinhua/Xie E)
Pemulihan hubungan Arab Saudi-Iran yang dimediasi oleh China merupakan peluang bagi penyelesaian konflik di Yaman yang telah berlangsung sejak 2014 ketika kelompok militan Houthi yang didukung Iran menyerbu sejumlah kota di wilayah utara dan memaksa pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi keluar dari ibu kota, Sanaa.
PBB (Xinhua) – Perjanjian mengenai pemulihan hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Iran yang dimediasi oleh China merupakan peluang bagi penyelesaian konflik di Yaman, demikian disampaikan oleh seorang juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (15/3).Saat ditanya mengenai seberapa optimistis Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai kemungkinan perjanjian Arab Saudi-Iran itu menghadirkan sebuah terobosan di Yaman, juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan perjanjian itu "jelas merupakan sebuah peluang.""Ini adalah hal yang besar dalam urusan hubungan diplomatik. Utusan (PBB untuk Yaman) telah melakukan kunjungan yang baik dan positif ke Iran. Kami berharap ini menciptakan iklim yang kondusif untuk membuka jalur politik menuju perdamaian di Yaman," kata Dujarric.Meski gencatan senjata di Yaman belum diperpanjang secara resmi, dampak positif dari gencatan senjata itu terus berlanjut, imbuh Dujarric. "Kita belum melihat bentrokan besar. Kita melihat akses kemanusiaan yang lebih baik. Kita terus melihat penerbangan sipil. Ini semua adalah hal yang baik, tetapi perlu ditingkatkan dan ditingkatkan dengan cepat."Sebelumnya pada Rabu, utusan PBB untuk Yaman Hans Grundberg, dalam pengarahan yang disampaikannya di hadapan Dewan Keamanan PBB, menyambut baik kesepakatan Arab Saudi-Iran."Izinkan saya untuk juga menggunakan kesempatan ini untuk menyambut baik kesepakatan yang belum lama ini terjalin antara Arab Saudi dan Iran untuk melanjutkan kembali hubungan diplomatik, yang difasilitasi oleh Republik Rakyat China. Dialog dan hubungan bertetangga yang baik ini penting bagi kawasan ini dan bagi Yaman," ujarnya.Para pihak harus memanfaatkan pemulihan hubungan Arab Saudi-Iran sebagai kesempatan yang dihadirkan oleh momentum regional dan internasional ini untuk mengambil langkah tegas menuju masa depan yang lebih damai, katanya melalui tautan video.Yaman telah terperosok dalam perang saudara sejak akhir 2014 ketika kelompok militan Houthi yang didukung Iran menyerbu sejumlah kota di wilayah utara dan memaksa pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi keluar dari ibu kota, Sanaa. Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi dalam konflik Yaman pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi musnahkan mainan, pakaian warna pelangi karena promosikan homoseksualitas atau LGBT
Indonesia
•
20 Jun 2022

Bis berteknologi canggih layani jamaah ke Masjidil Haram
Indonesia
•
01 Jan 2020

Turki-Rusia sepakat pantau gencatan senjata di Nagorno-Karabakh
Indonesia
•
12 Nov 2020

Penasihat khusus Korsel tuntut hukuman penjara 15 tahun untuk mantan PM karena bantu pemberontakan
Indonesia
•
28 Nov 2025


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
