
Studi sebut hanya 12,6 persen pupuk fosfor anorganik yang diserap oleh tanaman secara global

Seorang pekerja menyusun pupuk di pabrik pupuk fosfat di Kota Yichang, Provinsi Hubei, China tengah, pada 20 Maret 2020. (Xinhua/Cheng Min)
Pemupukan yang berlebihan merupakan alasan utama menurunnya tingkat pemanfaatan pupuk fosfor oleh tanaman.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Di antara puluhan juta ton pupuk fosfor anorganik yang digunakan setiap tahun di dunia, hanya 12,6 persen yang diserap oleh tanaman, dan sebagian besar tersimpan di dalam tanah, demikian menurut sebuah penelitian terbaru oleh para ahli botani dari Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Tim peneliti dari Kebun Raya China Selatan (South China Botanical Garden/SCBG) di bawah naungan CAS telah membuat basis data global, yang mencakup 987 set data pengamatan dari 274 makalah yang diterbitkan antara 1972 dan 2021. Basis data ini digunakan untuk mempelajari proporsi pupuk fosfor anorganik dalam hal penyerapan tanaman, penyimpanan tanah, dan kehilangan akibat pencucian (leaching loss).Analisis kuantitatif berdasarkan basis data ini menemukan bahwa, secara rata-rata global, hanya sekitar 12,6 persen pupuk fosfor anorganik yang diserap dan digunakan oleh tanaman, 67,2 persen disimpan di dalam tanah, dan sekitar 4,4 persen hilang dari ekosistem. Mayoritas yang tersimpan di dalam tanah ada dalam bentuk fosfor anorganik yang tidak aktif.Hasil penelitian itu juga menunjukkan bahwa pemupukan yang berlebihan merupakan alasan utama menurunnya tingkat pemanfaatan pupuk fosfor oleh tanaman. Nilai pH tanah dan kepadatan tanah (bulk density) juga merupakan faktor penting yang memengaruhi efisiensi penyerapan dan aliran fosfor.Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal One Earth, temuan ini memperdalam pemahaman tentang siklus fosfor dalam ekosistem darat dan menawarkan panduan yang berharga untuk pengelolaan pupuk fosfor dalam praktik pertanian.Fosfor adalah elemen penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi semua bentuk kehidupan. Seiring dengan meningkatnya permintaan manusia untuk makanan dan kayu, permintaan terhadap pupuk fosfor anorganik juga meningkat, yang bahan baku utamanya adalah batuan fosfat. Cadangan batuan fosfat dunia saat ini hanya cukup untuk sekitar 400 tahun penambangan.Penggunaan pupuk fosfor yang tidak efisien telah menyebabkan peningkatan kadar fosfor dalam badan air, yang menyebabkan masalah lingkungan di seluruh dunia. Untuk mengatasi kekurangan pasokan sumber daya fosfor dan masalah lingkungan ini, sangat penting untuk memahami lebih mendalam tentang aliran pupuk fosfor anorganik di ekosistem darat dan faktor-faktor utama yang memengaruhinya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China tingkatkan resolusi simulasi iklim-laut global jadi 1 kilometer
Indonesia
•
18 May 2025

Tim peneliti China capai terobosan dalam teknologi pendinginan hijau
Indonesia
•
22 Jan 2026

Satelit Fengyun-3G baru China sediakan pemantauan curah hujan presisi tinggi
Indonesia
•
17 Apr 2023

China dan Thailand akan bekerja sama dalam misi eksplorasi Bulan
Indonesia
•
06 Apr 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
