
Penakluk Konstantinopel 1453 wariskan model kepemimpinan transformasional

Muhammad Karebet Widjajakusuma, penulis buku 'Kepemimpinan Transformasional Belajar Dari Muhammad Al Fatih, Achieving The Impossible', dalam acara seminar dan peluncuran karya ilmiahnya di Bogor, Ahad (12/11/2023). (Indonesia Window)
Penakluk wilayah Konstantinopel – yang kini dikenal sebagai Istanbul di Turkiye – pada tahun 1453, Muhammad Al Fatih (1432-1481) telah menunjukkan dan mewariskan model kepemimpinan transformasional.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Penakluk wilayah Konstantinopel – yang kini dikenal sebagai Istanbul di Turkiye – pada tahun 1453, Muhammad Al Fatih (1432-1481) telah menunjukkan dan mewariskan model kepemimpinan transformasional.Sejarah kepemimpinan Muhammad Al Fatih yang juga dikenal sebagai Sultan Mehmed II, penguasa Khilafah Utsmani (1300-1923), dinarasikan dan dijabarkan secara ilmiah dalam buku berjudul 'Kepemimpinan Transformasional Belajar Dari Muhammad Al Fatih, Achieving The Impossible', karya Muhammad Karebet Widjajakusuma."Kepemimpinan transformasional akan membawa dan menghasilkan perubahan yang mendasar dan besar dalam kehidupan para pengikut, sehingga sering juga disebut breakthrough leadership," ujar Karebet dalam seminar dan peluncuran buku tersebut di Bogor, Ahad.Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kunci kesuksesan Al Fatih membebaskan Konstantinopel dari kekuasaan Imperium Romawi pada saat usianya masih 21 tahun adalah akidah Islam yang menjadi dasar bagi worldview atau paradigma/cara memandang, memahami, dan menafsirkan dunia."Model-model kepemimpinan di dunia telah dikenalkan sejak 1900. Begitu juga dengan model kepemimpinan transformasional yang sudah ada sejak 1970-an hingga 1990-an,” jelas Karebet yang berkarier dalam bidang manajemen dan kebijakan strategis ini.Namun demikian, menurut dia, model-model kepemimpinan yang terkenal tersebut berasal dari para pemikir Barat yang bersandar pada nilai-nilai materialistik dan kapitalistik.“Nilai-nilai dan gagasan Islam tidak menjadi sumber dalam model-model kepemimpinan Barat. Dalam buku kepemimpinan transformasional Belajar Dari Muhammad Al Fatih ini, kepemimpinan yang diterapkan oleh beliau dan akhirnya berhasil membebaskan Konstantinopel dengan persiapan hanya setahun dan eksekusi semalam, bersumber dari Islam,” terang Karebet.
Buku berjudul 'Kepemimpinan Transformasional Belajar Dari Muhammad Al Fatih, Achieving The Impossible', karya Muhammad Karebet Widjajakusuma. (Indonesia Window)
Seminar dan peluncuran buku 'Kepemimpinan Transformasional Belajar Dari Muhammad Al Fatih, Achieving The Impossible', karya Muhammad Karebet Widjajakusuma, di Bogor, Ahad (12/11/2023). (Indonesia Window)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Saat banyak orang berhenti belajar di usia 40, mereka justru baru memulai
Indonesia
•
06 Jun 2026

Badan-badan PBB desak pelanjutan gencatan senjata di Gaza
Indonesia
•
08 Apr 2025

36 orang tewas akibat banjir di Pakistan dalam 24 jam
Indonesia
•
10 Sep 2022

Cendekiawan dan tokoh agama Islam dunia kunjungi Xinjiang, China
Indonesia
•
15 Jan 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
