
COVID-19 – China terapkan langkah-langkah melawan penyakit menular Kelas B

Seorang warga menerima dosis vaksin COVID-19 hirup (inhalable) di sebuah lokasi vaksinasi di Distrik Haidian, Beijing, ibu kota China, pada 21 Desember 2022. Lebih dari 10 lokasi vaksinasi COVID-19 inhalable telah didirikan baru-baru ini di Distrik Haidian, Beijing. Ketika epidemi terus merajalela, China terus mendorong pemberian vaksin booster bagi masyarakat dengan menyediakan lebih banyak jenis vaksin demi memastikan kesehatan dan keselamatan warga. (Xinhua/Ren Chao)
Penanganan COVID-19 di China akan menerapkan langkah-langkah yang digunakan untuk melawan penyakit menular Kelas B, alih-alih penyakit menular Kelas A, menyusul perubahan besar dalam kebijakan respons epideminya.
Beijing, China (Xinhua) – China akan menangani COVID-19 dengan langkah-langkah yang digunakan untuk melawan penyakit menular Kelas B, alih-alih penyakit menular Kelas A, menyusul perubahan besar dalam kebijakan respons epideminya.China juga mengganti penamaan dalam bahasa Mandarin untuk COVID-19 dari semula "pneumonia virus corona baru" menjadi "infeksi virus corona baru", kata pernyataan yang dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan Nasional China pada Senin (26/12).Mulai 8 Januari mendatang, China akan menurunkan tingkat penanganan penyakit tersebut dari Kelas A ke Kelas B sesuai dengan undang-undang negara itu tentang pencegahan dan pengobatan penyakit menular, dan menghapus COVID-19 dari manajemen penyakit menular yang memerlukan karantina yang dilakukan sesuai dengan Undang-Undang Karantina dan Kesehatan Perbatasan Republik Rakyat China, tambah pernyataan itu.Saat ini, COVID-19 diklasifikasikan sebagai penyakit menular Kelas B, tetapi penanganannya mengikuti langkah-langkah pencegahan dan pengendalian untuk penyakit menular Kelas A di China.Sejumlah kondisi dasar sudah siap untuk mendukung penyesuaian semacam itu, menurut sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh mekanisme pencegahan dan pengendalian COVID-19 bersama Dewan Negara di hari yang sama, menyebutkan perihal mutasi virus terbaru, perkembangan epidemi, dan upaya penanganan dasar epidemi negara tersebut.Pihak berwenang akan mengakhiri kebijakan karantina untuk orang yang terinfeksi virus corona baru dan berhenti mengidentifikasi kontak dekat atau menunjuk area berisiko tinggi dan berisiko rendah, ungkap dokumen itu.Kasus-kasus COVID-19 akan menerima perawatan terklasifikasi dan penyesuaian tepat waktu akan dilakukan pada kebijakan perawatan medis. China juga akan menyesuaikan kebijakan pengujiannya serta frekuensi dan konten rilis informasi terkait epidemi.Selain itu, langkah-langkah penanganan COVID-19 di China, yang menargetkan pelaku perjalanan yang masuk ke negara itu dan kargo impor akan dicabut, menurut dokumen itu.Setelah penyesuaian ini, upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 China akan fokus pada perlindungan kesehatan dan pencegahan kasus yang parah. Langkah-langkah akan diluncurkan untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat secara optimal dan meminimalkan dampak epidemi terhadap pengembangan ekonomi dan sosial.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jumlah pengguna narkoba di China turun 20,3 persen pada 2023
Indonesia
•
21 Jun 2024

Feature – Tak dapat izin dari Israel, para ibu di Gaza tak bisa dampingi anak mereka ke luar negeri untuk berobat
Indonesia
•
07 Jan 2025

Serangan Israel kian intens, ribuan warga Palestina mengungsi dari Khan Younis
Indonesia
•
25 Jan 2024

Feature – Pelajar di Gaza kehilangan akses pendidikan di tengah perang mematikan
Indonesia
•
04 Sep 2025


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
