
Indonesia terus perjuangkan hak dan akses pendidikan perempuan di Afghanistan

Sejumlah anak perempuan mengambil air dari keran umum di tengah cuaca panas di Provinsi Farah, Afghanistan, pada 26 Juli 2023. Sebagian besar Provinsi Farah dan Provinsi Herat selatan di Afghanistan terkena dampak cuaca panas. (Xinhua/Mashal)
Pendidikan bagi kaum perempuan adalah kunci bagi kemajuan dan ketahanan suatu negara.
Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, menyampaikan bahwa diplomasi Indonesia terus aktif memperjuangkan kesetaraan hak dan akses untuk pendidikan bagi kaum perempuan, termasuk di Afghanistan.Retno Marsudi menyampaikan hal tersebut dalam Pernyataan Pers Menteri Luar Negeri (PPTM) 2024 yang diselenggarakan di Museum Konperensi Asia Afrika (KAA), Bandung, pada Senin (8/01).Pada kesempatan tersebut, Menlu menekankan bahwa pendidikan bagi kaum perempuan adalah kunci bagi kemajuan dan ketahanan suatu negara, ungkap Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip Indonesia Window, Selasa.“Indonesia meyakini bahwa suatu negara akan lebih baik ketahanannya apabila kesetaraan gender dihormati. Investing in women, is investing in a brighter and more resilient future (Berinvestasi pada perempuan berarti berinvestasi untuk masa depan yang lebih cerah dan berketahanan)," ujarnya.Salah satu inisiatif penting diplomasi Indonesia bersama Qatar terkait isu perempuan Afghanistan adalah penyelenggaraan International Conference of Afghan Women Education (ICAWE/ Konferensi Internasional Pendidikan Wanita Afghanistan).ICAWE telah diselenggarakan di Bali pada akhir 2022 dan akan dilaksanakan di Qatar tahun ini.Inisiatif tersebut telah mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, mulai dari negara-negara sahabat seperti Jepang, Belanda, dan Norwegia, hingga dukungan konkret dari sektor swasta dan filantropis Indonesia.Dukungan Indonesia terhadap rakyat Afghanistan juga ditunjukkan melalui sejumlah kerja sama lain yang diberikan, di antaranya bantuan 10 juta dosis vaksin polio, kerja sama di bidang kesehatan reproduksi perempuan, pembuatan kurikulum untuk madrasah, dan capacity building di bidang perbankan syariah.Selain itu, pada Desember 2023, Menlu Retno Marsudi juga telah mengadakan pertemuan dengan para penerima beasiswa Indonesia dari negara-negara Afrika dan Global South, termasuk dari Afghanistan. Pemberian beasiswa ini merupakan wujud konkret implementasi prinsip Konperensi Bandung.“Indonesia juga secara konsisten terus mendorong pembahasan isu perempuan dalam forum Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)", kata Menlu.Hasilnya, isu perempuan telah mendapat perhatian khusus dari sejumlah negara anggota OKI. Pada akhir tahun 2023 lalu, Menlu RI turut hadir pada konperensi OKI mengenai ‘Women in Islam’ (Perempuan dalam Islam) yang diselenggarakan oleh Arab Saudi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Muslim LifeFest 2024 kuatkan tren gaya hidup dan pertumbuhan bisnis halal di Indonesia
Indonesia
•
15 Aug 2024

Wamenlu Iran optimistis perjanjian tarif perdagangan dengan Indonesia hasilkan manfaatkan
Indonesia
•
14 Aug 2024

Relawan MER-C: Serangan Israel terjadi tepat di depan tempat kami mengungsi
Indonesia
•
09 Jan 2024

Rangkaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung diluncurkan di Qingdao China
Indonesia
•
05 Aug 2022


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
